Uni Eropa Akan Gelar Pameran Pendidikan Tinggi di 3 Kota

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Luar Negeri meresmikan pembukaan beasiswa BSBI ke 16, 28 Maret 2018. Total 72 peserta terpilih dari 46 negara Eropa, Asia Pasifik dan Asia Tenggara. TEMPO/Suci Sekarwati

    Kementerian Luar Negeri meresmikan pembukaan beasiswa BSBI ke 16, 28 Maret 2018. Total 72 peserta terpilih dari 46 negara Eropa, Asia Pasifik dan Asia Tenggara. TEMPO/Suci Sekarwati

    TEMPO.CO, Jakarta - Uni Eropa (EU) akan menggelar Pameran Pendidikan Tinggi Eropa atau European Higher Education Fair (EHEF). Tahun ini merupakan yang ke 11 kali gelaran tersebut terlaksana dan akan hadir di tiga kota yakni Surabaya, Jakarta dan Bandung.

    “EHEF merupakan acara tahunan. Sejak 2004 Uni Eropa memberikan beasiswa ke sekitar 200 orang untuk berangkat ke Eropa, beberapa program beasiswa LPDP, dan dari negara lain menjadi sekitar 1.600 orang,” ujar EHEF Indonesia Coordinator Daniel Darmawan di Kantor UE, Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019.

    EHEF 2019 akan diikuti oleh sedikitnya 119 lembaga pendidikan tinggi dari 14 negara anggota UE, serta institusi beasiswa Indonesia, seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). EHEF, kata Daniel, menjadi pameran pendidikan Eropa terbesar di dunia yang menarik partisipasi lebih dari 100 lembaga pendidikan tinggi dan 18 ribu pengunjung.

    Tahun ini pameran akan digelar pada 30 Oktober 2019 di Grand City Ballroom Surabaya, 2-3 November 2019 di Kartika Expo Center Jakarta, dan 5 November 2019 di Sabuga Center di ITB Bandung.

    Dalam gelaran ini, pengunjung memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan perwakilan dari perguruan tinggi di Eropa dan mendapatkan informasi pendidikan yang ditawarkan.

    “Kami akan memberikan informasi dan referensi untuk memberikan studi ke Eropa secara lengkap. Kami memberikan kesempatan perguruan tinggi di Eropa untuk membuka diri agar masyarakat Indonesia bisa studi di Eropa,” kata Daniel.

    Pengunjung juga akan memperoleh informasi tentang skema beasiswa yang diberikan UE, beasiswa yang ditawarkan oleh negara-negara anggota UE, serta beasiswa dari pemerintah Indonesia. “Nanti ada presentasi dari kedutaan, kenapa sih harus kuliah di Belanda, harus di Prancis dan lainnya,” tutur Daniel.

    EHEF juga akan menggelar sejumlah diskusi seputar pendidikan tinggi, tips bagaimana memenangkan beasiswa, belajar serta hidup mandiri di luar negeri, pengalaman sosial budaya, dan manfaat menempuh pendidikan di kawasan Eropa, serta pilihan profesi dan kesempatan karir setelah menyelesaikan pendidikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.