USS Zumwalt, Kapal Perang Siluman Pertama di Dunia

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • USS Zumwalt (popularmechanics.com)

    USS Zumwalt (popularmechanics.com)

    TEMPO.CO, JakartaUSS Zumwalt merupakan kapal perang siluman pertama di dunia, yang saat ini sedang dibangun Amerika Serikat. Sayangnya, jadwal penyelesaian kapal ini mundur dan baru bisa melaut paling cepat  paruh kedua 2021.

    Kapal perusak sepanjang 182 meter itu enam tahun terlambat dari jadwal. Padahal Amerika sudah menghabiskan Rp 110 triliun untuk proyek ini. Dua senjata berat kapal, yang dirancang untuk memberikan dukungan tembakan jarak jauh, masih dikesampingkan karena kurangnya amunisi yang terjangkau.

    USS Zumwalt mulai dibangun 2011 di Bath Iron Works di Maine dan dialihkan ke Angkatan Laut AS pada 2016. Kapal perusak berbobot 16.000 ton ini dirancang hanya serupa perahu nelayan kecil dalam tangkapan radar lawan. Kapal ini dipersenjatai dengan 80 peluncuran silo rudal vertikal dan dua meriam otomatis 30 milimeter.

    Andalan utama Zumwalt adalah dalam bentuk dua Advanced Gun Systems 155 milimeter. AGS awalnya ditetapkan untuk menembakkan Long Range Land Attack Projectile (LRLAP), yang dipandu oleh GPS  yang dapat memastikan akurasi hingga 128 km.

    Ketika biaya naik, Angkatan Laut memotong jumlah Zumwalts dari 32 menjadi hanya 3. Sementara itu, masalah teknis dengan LRLAP menyebabkan biaya meroket menjadi masing-masing Rp 8 miliar,  sehingga ditunda.

    Angkatan Laut AS telah membuat beberapa perubahan pada program Zumwalt. Mereka sedang mencari pengganti untuk dua Advanced Gun Systems, dan telah mengubah misi dasar kapal dari serangan darat ke perang permukaan (anti-kapal). Untuk saat ini, dua AGS akan dikirimkan dalam apa yang oleh Angkatan Laut disebut "dalam keadaan tidak aktif."

    POPULAR MECHANICS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.