6 Fakta Menarik Penemuan 30 Mumi Berumur 3.000 Tahun di Mesir

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para arkeolog telah menggali 30 peti mati kayu tertutup dengan mumi di dalamnya dekat Luxor, Mesir. Kredit: Kementerian Benda Purbakala Mesir

    Para arkeolog telah menggali 30 peti mati kayu tertutup dengan mumi di dalamnya dekat Luxor, Mesir. Kredit: Kementerian Benda Purbakala Mesir

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penemuan besar dan sangat penting dicatat arkeolog Mesir. Mereka menemukan 30 peti mati kayu berikut mumi utuh secara insitu di Luxor, yang diumumkan Sabtu, 19 Oktober 2019.

    Berikut 6 fakta terkait penemuan 30 mumi yang mempunyai nilai sejarah sangat tinggi ini.

    1. Ditemukan oleh Ilmuwan Mesir Sendiri

    Dari sejumlah mumi yang ditemukan di Mesir, baru 30 mumi ini yang ditemukan sendiri oleh ilmuwan Mesir mulai dari awal sampai akhir penggalian. 

    Menurut Sekjen Pusat Purbakala Mesir, Mostafa Waziri, penemuan terakhir sebelumnya terjadi pada 1891 oleh arkeolog asing. Penelitian pada 1881 juga oleh penemu asing.

    2. Berumur 3.000 Tahun dan Masih Utuh  

    Menteri Purbakala Mesir, Khaled El-Enany, menggambarkan peti mati berusia 3.000 tahun, yang dimakamkan di Pemakaman Al-Asasif, sebagai "sangat terawat, sangat berwarna."

    Mumi ditemukan sepenuhnya dibungkus kain, jenis kelamin mereka dapat diidentifikasi dari bentuk ukiran tangan di peti mati. Peti mati yang diukir dengan tangan terbuka berarti mereka perempuan, sedangkan jika tangan mengepal, berarti di dalamnya mumi laki-laki.

    3. Mumi Anak yang Jarang Ditemukan

    Di antara 30 mumi, terdapat 2 anak laki-laki. Menurut arkeolog Zahi Hawass, penemuan peti mati milik seorang anak adalah kejadian langka. Ini adalah kejadian luar biasa dan menarik perhatian seluruh dunia. 

    4. Ukiran Nama yang Dikubur

    Peti mati disegel, ditumpuk di atas satu sama lain dan diatur dalam dua baris sekitar 90 cm di bawah permukaan pasir. Peti dihiasi dengan ukiran dan desain yang rumit, termasuk dewa Mesir, hieroglif dan adegan Kematian, serangkaian mantra yang memungkinkan jiwa untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Nama orang mati juga diukir pada beberapa peti mati, kata Hawass.

    5. Pewarna Alami

    Prasasti dalam peti ini sangat unik karena warnanya yang cerah dan tetap utuh meskipun peti telah terkubur selama ribuan tahun. Ini karena orang Mesir kuno menggunakan warna alami dari batuan, seperti batu kapur, ek merah, dan pirus, dicampur dengan putih telur, kata Waziri.

    Setelah pengecatan, kuning telur dicampur dengan lilin dan disebarkan ke peti untuk mempertahankan kilau alami, yang masih terlihat. 

    6. Tidak Ada Perbedaan antara Laki-Laki dan Perempuan

    Arkeolog semula menemukan peti yang terbuka. Setelah ekskavasi, ditemukan 17 peti dan menyusul 12 peti berikutnya. Berdasarkan orang yang dikuburkan dalam peti itu, terlihat bahwa tidak ada perbedaan perlakuan terhadap laki-laki dan perempuan, atau bahkan berdasarkan usia.

    Berita lain tentang mumi, bisa Anda simak di Tempo.co.

    CNN | LIVESCIENCE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.