Review Samsung Galaxy Note 10 Plus: S-Pen, Wireless Charging

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unboxing Samsung Galaxy Note 10 Plus. TEMPO/Khory

    Unboxing Samsung Galaxy Note 10 Plus. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Review gadget kali ini Tempo berkesempatan untuk menjajal smartphone terbaru, yaitu Samsung Galaxy Note 10 Plus. Ponsel pintar flagship ini dibekali dengan fitur S-Pen yang menjadi kelebihannya dan tidak banyak dimiliki oleh merek ponsel lain.

    Fitur S-Pen banyak dipasang pada perangkat jenis tablet, tapi merek asal Negeri Gingseng ini membekalinya di smartphone. Mendapatkan Galaxy Note 10 Plus kapasitas RAM 12 GB/256 GB, selama dua pekan Tempo mencoba fitur S-Pen dan lainnya yang diklaim meningkat dibandingkan generasi sebelumnya, Samsung Galaxy Note 9.

    Spesifikasi Samsung Galaxy Note 10 Plus:

    -Layar: 6,8 inci Dynamic AMOLED capacitive touchscreen, 16M color, screen-to-body ratio 91,0 persen, resolusi 1440x3040 piksel dan aspek rasio 19:9 dilapisis Corning Gorilla Glass 6

    -SoC/Processor: Exynos 9825 (7 nm), Octa-core (2x2.73 GHz Mongoose M4 & 2x2.4 GHz Cortex-A75 & 4x1.9 GHz Cortex-A55) - EMEA/LATAM

    -Grafis: Mali-G76 MP12 - EMEA/LATAM

    -Memory/Storage: 12 GB/ 256 GB atau 512 GB

    -Baterai: Non-removable Li-Ion 4300 mAh battery, Fast battery charging 45W, USB Power Delivery 3.0, dan Fast Qi/PMA wireless charging 15W

    -Konektivitas: Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by); Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/ax, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot; Bluetooth; GPS; NFC; USB Type-C

    -Kamera: bagian belakang lensa wide 12 MP, f/1.5-2.4, telephoto 12 MP, f/2.1, 2x optical zoom, ultra-wide 16 MP, f/2.2 Super Steady video, plus TOF 3D VGA camera; kemera depan 10 MP, f/2.2

    -Sound: Yes, with stereo speakers; 32-bit/384kHz audio; Active noise cancellation with dedicated mic; Dolby Atmos sound; Tuned by AKG

    -Sistem Operasi: Android 9.0 (Pie); One UI

    -Harga: Rp 16,499 juta - Rp 18,999 juta

    1. Unboxing

    Unboxing Samsung Galaxy Note 10 Plus. TEMPO/Khory

    Samsung Galaxy Note 10 Plus dikemas dalam kotak berwarna hitam dengan gambar S-Pen presisi di tengah dan tulisan Note10+ berwarna biru. Di bagian sisi kiri kota terdapat tulisan Samsung Galaxy Note 10 Plus, di sisi bawah kotak menunjukkan varian warna, kebetulan Tempo menjajal warna aura glow. Sebagai catatan, Galaxy Note 10 Plus hadir dengan tiga varian warna, dua warna lainnya yakni aura white dan aura black. Sementara di bagian belakang kotak terdapat informasi singkat mengenai spesifikasi.

    Di dalam kemasan, Samsung membekali dengan beberapa alat pendukung seperti pin ejektor atau pembuka slot kartu SIM atau microSD, buku panduan penggunaan, case, adaptor pengisi daya baterai 25W, dan USB Type-C to C. Selain itu, ada pencabut ujung untuk S-Pen beserta cadangannya, headset cable Type-C AKG, dan dua pasang eartips cadangan.

    2. Desain dan layar

    Samsung Galaxy Note 10 Plus. TEMPO/Khory

    Sebelum membahas desain dan layar, Samsung tahun ini meluncurkan dua seri Note, Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10 Plus, tidak seperti tahun lalu yang hanya satu. Keduanya memiliki perbedaan di bagian layar, tentu Galaxy Note 10 Plus lebih besar, ukurannya 6,8 inci Dynamic AMOLED. Peruntukannya pun berbeda, menurut Samsung Indonesia, Galaxy Note 10 untuk konsumen yang baru beralih ke seri Note, sedangkan seri plus untuk pengguna setia Note.

    Galaxy Note 10 Plus memiliki desain yang berbeda, jika Galaxy Note 9 di setiap sudut memiliki lengkungan, seri terbaru ini bentuknya agak kotak dengan lengkungan yang tak begitu kentara. Karena ini ponsel premium, Samsung mendesain sedemikian rupa, terlihat futuristik, dengan bahan kaca yang memantulkan cahaya. Bagian layar dan belakangnya dilapisi oleh Corning Gorilla Glass generasi 6.

    Dimensi smartphone ini 162,3 x 77,2 x 7,9 mm dengan berat 196 g. Memang bentuknya ergonomis, tapi cukup besar untuk digenggam, sepertinya lebih pas Galaxy Note 10 yang lebih kecil. Sedangkan, di setiap sisi Galaxy Note 10 Plus dikelilingi dengan alumunium frame berwarna perak.

    Di bagian layar, seperti smartphone Samsung lainnya, terdapat tiga touch, seperti 'home' di tengah, 'kembali' di kanan dan sebelah kiri tombol untuk melihat aplikasi yang pernah Anda buka. Sedang di atas hanya terdapat bulatan kecil untuk kamera depan, serta sensor sidik jari di dalam layar yang cukup responsif.

    Perubahan besar yang mencolok adalah penempatan tombol, Samsung memasang tombol pengatur volume dan pembuka kunci/power di sisi kiri, bahkan sempat diisukan sebagai smartphone yang dikhususkan untuk orang kidal. Ini tidak seperti smartphone Samsung lainnya yang memasangnya di sisi kanan. Menurut Samsung, keduanya tidak diperuntukkan bagi orang kidal, tapi karena penempatan S-Pen diletakkan di sisi bawah bagian kanan, sehingga penempatan tombol lebih cocok di bagian kiri. Hal ini membuat Anda membiasakan kembali untuk penggunaannya.

    Dalam pengaturan pabrik, tombol kunci tidak memiliki fungsi power, tapi jika ditekan agak lama fungsinya untuk membuka fitur pintar Bixby. Sedangkan untuk menemukan fungsi power, pengguna harus swap down, dan akan terlihat berdampingan dengan pengaturan. Namun, hal itu bisa diubah melalui pengaturan tombol. Di sisi kanan tidak memiliki tombol, mulus saja.

    Di sisi bawah smartphone, Anda akan menemukan, lubang port USB Type-C, speaker, dan tempat penyimpan S-Pen, tanpa lubang headset 3,5 mm, Samsung membekali headset USB Type-C. Ini menjadi menarik, karena pengguna tidak bisa menggunakan headset ketika smartphone dicharge. Pasalnya beberapa kecelakaan yang melibatkan smartphone meledak terjadi ketika pengguna menggunakan headset sambil mengisi daya smartphone secara bersamaan.

    Sementara di sisi atas, terdapat satu slot untuk dual kartu SIM dan microSD. Untuk memasang dual kartu SIM Anda harus mengorbankan microSD, karena kartu SIM kedua letaknya sama dengan microSD. Ini tidak menjadi masalah, karena memori internalnya cudah cukup besar, 256 GB atau 512 GB, kecuali jika aktivitas Anda membutuhkan memori tambahan. Di samping slot terdapat satu lubang speaker yang memberikan efek stereo. Di bagian belakang di pasang empat kamera plus lampu flash, dan tulisan Samsung di tengahnya.

    Secara keseluruhan, desainnya terlihat memiliki perubahan yang signifikan. Namun, bagian layar dan belakang smartphone cukup rawan bekas sidik jari, sehingga jika tidak rajin dibersihkan smartphone akan terlihat jorok. Samsung membekali soft case bening, ini bisa digunakan untuk melindungi bodi smartphone. Jika ingin merasa lebih aman, Anda disarankan untuk membeli hardcase secara terpisah, agar smartphone lebih terlindungi.

    3. Hardware dan Performa

    Samsung Galaxy Note 10 Plus. TEMPO/Khory

    Untuk mendukung performa Galaxy Note 10 Plus, Samsung membekalinya dengan chipset terbarunya, Exynos 9825. Chip baru itu dibangun di atas simpul proses EUV 7 nanometer dan merupakan upgrade dari 8 nanometer Exynos 9820 dengan GPU Mali-G76 MP12 yang lebih cepat. Samsung mengatakan 9825 akan membawa pengalaman gaming yang lebih baik dan kinerja grafis dalam paket hemat daya, artinya, chip memiliki peningkatan efisiensi.

    Cluster CPU-nya dua core M4 Cheetah, dua Cortex-A75 dan empat unit Cortex-A55. Chip juga hadir dengan Modem LTE Shannon 5000, downlink Cat.20 dan uplink Cat.13, tapi konektivitas 5G hanya dapat dicapai ketika chip dipasangkan dengan Exynos Modem 5100, yang tiba di Galaxy Note 10 Plus 5G. Namun, varian 5G belum bisa hadir di Indonesia, karena infrastruktur dan aturan yang belum tersedia. Khusus di Amerika Serikat dan Cina, menggunakan chip besutan Qualcomm, Snapdragon 855.

    Chip tersebut dibekali dengan RAM 12 GB dan memori internal 256 GB, yang meningkatkan fungsi produktivitas dan kinerja smartphone. Untuk menonton konten video, smartphone ini bisa menjadi yang terbaik. Grafisnya cukup detail dan nyaman di mata. Namun, ada hal yang cukup membantu, bagian samping layar yang agak melengkung yang sangat sensitif, sehingga membuat mudah bergeser ke menu ataupun fitur-fitur lain.

    Untuk bermain game juga cukup nyaman, Tempo mengunduh dua game yakni Call of Duty dan Mobile Legend, kedua game tersebut memiliki grafis yang baik. Dengan dukungan internet yang baik dan skill yang mumpuni, Anda bisa menjadi pemain yang terbaik di dalam game.

    Tapi, letak speaker di sisi bawah kanan dan lubang jack earphone di kiri, karena menghalangi tangan saat bermain game, maka itu disarankan menggunakan headset Bluetooth. Saat dimainkan dengan waktu yang lama pun, telepon genggam ini tidak terasa panas, hanya sedikit hangat, tapi masih wajar. Ponsel sudah menjalankan sistem operasi Android 9 atau Pie.

    4. Kamera

    Kamera belakang Samsung Galaxy Note 10 Plus. TEMPO/Khory

    Samsung memasang empat kamera belakang, dengan sensor masing-masing 12 MP aperture f/1.5-2.4, telephoto 12 MP aperture f/2.1, 2x optical zoom, ultra-wide 16 MP aperture f/2.2 Super Steady video, plus TOF 3D VGA camera. Dua sensor 12 MP-nya dibekali Optical Image Stabilization (OIS). Sedangkan kamera depan 10 MP beraperture f/2.2.

    Ketika Tempo mencoba kamera Galaxy Note 10 Plus, kamera belakang memiliki berbagai fitur yang bisa membuat hasil jepretan lebih menarik. Fitur tersebut, yakni mode Malam, Panorama, Pro, Fokus Live atau efek bokeh, Photo, Video, Slow Motion, Emoji AR dan Hyperlapse. Sementara di kamera depan ada mode Fokus Selfie, Selfie, Emoji AR dan Selfie Lebar.

    Hasil foto dengan kamera belakang cukup tajam dengan warna yang detail, juga bisa menangkap gambar meskipun dalam kondisi cahaya rendah. Begitu pula di bagian depan, hanya saja ketika hasil gambar diperbesar, semakin besar gambar resolusi semakin pecah, tapi itu masih wajar dan tidak begitu buruk jika dibandingkan dengan perangkat flagship merek lain.

    Yang menarik, Tempo sempat menjajal fitur andalan dari Samsung yaitu Emoji AR, dengan fitur tersebut bisa berekspresi dengan karakter animasi berwajah mirip dengan Anda. Samsung juga menghadirkan beberapa pengaturan seperti warna kulit, rambut bahkan ada pula pilihan berhijab untuk wanita, pakaian, dan aksesoris seperti kacamata. Anda bisa sesuaikan kebutuhannya, agar emoji tersebut terlihat mirip.

    Emoji juga bisa digunakan ke dalam video, tidak hanya gambar. Namun, respons di video kurang maksimal, ekspresinya kurang bervariasi dan masih terlihat kaku. Efek bokeh yang dihasilkan cukup memuaskan, background yang buram terlihat kontras dengan fokus objek.

    Kamera Galaxy Note 10 Plus sudah dilengkapi dengan teknologi AI, sehingga pengguna dapat mengabadikan momen bersama keluarga atau teman dengan hasil yang baik. Untuk memudahkan juga, Samsung melengkapinya dengan S-Pen yang bisa digunakan untuk mengontrol kamera, baik mengambil gambar pindah fitur dan lain sebagainya.

    5. S-Pen dan fitur lainnya

    Samsung Galaxy Note 10 Plus. TEMPO/Khory

    Peningkatan fitur S-Pen cukup signifikan dibandingkan pada Galaxy Note 9 yang hanya memanfaatkan Bluetooth saja. S-Pen pada Galaxy Note 10 Plus dilengkapi dengan teknologi Air Gesture, yang membuat S-Pen seperti tongkat sihir. Selain untuk menulis catatan, S-Pen pada Galaxy Note 9 bisa digunakan untuk mengambil gambar jarak jauh dengan memencet tombol di S-Pen tersebut.

    Fungsinya lebih banyak, bukan hanya mengambil gambar, Anda bisa menggerakkan S-Pen ke kanan atau ke kiri untuk menggeser fitur kamera dari Pro ke Photo, atau melihat hasil gambar. Menggerakkan ke atas atau ke bawah untuk mengganti dari kamera belakang ke kamera depan, begitu pula sebaliknya. Bahkan dengan S-Pen, Anda bisa mengatur zoom in atau zoom out dengan memutar S-Pen ke kanan atau ke kiri.

    Seperti pada Galaxy Note 9, S-Pen juga berfungsi untuk menggeser slide pada saat presentasi sebagai ganti pointer. Yang terbaru juga, hasil tulisan menggunakan S-Pen pada Galaxy Note 10 Plus bisa diubah menjadi tulisan layaknya mengetik dokumen di laptop atau Microsoft Word.

    S-Pen memiliki fitur-fitur baru yang membuatnya semakin berguna. Ini telah memperoleh accelerometer dan giroskop sehingga dapat digunakan sebagai pengontrol gerak. Gerakan default membantu menavigasi UI dari kejauhan. Sehingga, S-Pen memiliki fungsi yang bisa membantu Anda dalam melakukan aktivitas keseharian.

    Samsung juga membekali Galaxy Note 10 Plus dengan Air Actions SDK, yang membuat pengembang aplikasi dan game bisa menciptakan customized kontrol yang memberikan pengguna dengan mudah membuka aplikasi. Galaxy Note 10 Plus juga memperluas kemampuan Samsung Dex, sehingga Anda bisa menghubungkan smartphone dengan PC atau Mac. Dengan koneksi USB Type-C, Anda bisa drag and drop dokumen antar perangkat, dan menggunakan aplikasi mobile.

    Smartphone terbaru ini juga mengintegrasikan Link to Window secara langsung ke Quick Panel. Cukup dengan satu klik, pengguna bisa tersambung ke PC Windows 10. Pengguna bisa melihat notifikasi, mengirim dan menerima pesan dan melihat hasil foto.

    6. Ketahanan

    Samsung Galaxy Note 10 Plus. TEMPO/Khory

    Galaxy Note 10 Plus memiliki sertifikasi IP68. Smartphone tersebut tampak kokoh, serta anti debu dan percikan air. Sama seperti Galaxy Note 9, smartphone terbaru ini mampu bertahan di kedalaman air 1,5 m selama 30 menit.

    Daya baterainya lebih besar, 4.300 mAh. Ini bisa menunjang aktivitas seharian penuh dengan penggunaan wajar seperti mengirim pesan WhatsApp, telepon, bersosial media dan mendengarkan musik, dan didukung dengan fast charging 25W. Sebenarnya Samsung juga menyediakan fast charging 45W, tapi untuk mendapatkannya Anda harus membelinya secara terpisah. Galaxy Note 10 Plus dibekali dengan teknologi wireless charging.

    Berita lain tentang review smartphone dan Samsung Galaxy Note 10 Plus bisa Anda simak di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.