Suhu Tertinggi di Sulawesi Selatan Tanpa El Nino 38,8 Derajat

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mendinginkan tubuhnya dengan air dari selang pemasok air di sebuah stasiun kereta api di Allahabad, India (7/6). Suhu Panas yang terjadi di India telah mengakibatkan sebuah gardu listrik terbakar dan warga menyandera perusahaan listrik. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)

    Warga mendinginkan tubuhnya dengan air dari selang pemasok air di sebuah stasiun kereta api di Allahabad, India (7/6). Suhu Panas yang terjadi di India telah mengakibatkan sebuah gardu listrik terbakar dan warga menyandera perusahaan listrik. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)

    TEMPO.CO, Makassar - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu tertinggi tanpa El Nino di Sulawesi Selatan mencapai 38,2 derajat Celcius pada Senin, 21 Oktober 2019, tepatnya pukul 13.00 WITA.

    Itu merupakan yang tertinggi sejak 22 Oktober 1994, yang mencapai 37,6 derajat Celcius dan 9 Oktober 2014 dengan suhu tertinggi 37,9 derajat Celcius.

    Kepala Stasiun Klimatologi Maros, Hartanto, mengatakan bahkan suhu tertinggi terjadi pada Ahad, 20 Oktober 2019, karena mencapai 38,8 derajat Celcius. “Sepanjang pengamatan ini merupakan tertinggi tanpa dipengaruhi El Nino,” tutur Hartanto pada Senin 21 Oktober 2019.

    Berdasarkan sejarah, lanjut dia, data pencatatan parameter suhu-suhu ekstrem itu terjadi di wilayah Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Itu semua terjadi pada bulan Oktober.

    Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari yang mencapai maksimum, sehingga tidak ada tutupan awan signifikan dan angin timur yang menguat. “Kondisi suhu ekstrem (lebih dari 35 derajat Celcius) diprediksikan masih akan terjadi selama Oktober,” tutur Hartanto.

    Dia mengaku saat ini memang sebagian wilayah Indonesia terpengaruh El Nino, di mana fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur karena matahari tepat tegak lurus dengan wilayah Sulsel. BMKG mengimbau kepada masyarakat agar meminum air putih secukupnya supaya tidak dehidrasi.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.