27 Situs Purbakala Suku Maya Kuno Ditemukan Melalui Peta Online

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artefak pembakar, yang biasa digunakan ritual pada masa pra-Hispanik berada dalam gua Balamku, yang terletak di situs arkeologi Chichen Itza di semenanjung Yucatan, Meksiko 4 Maret 2019. Gua tersebut ditemukan 50 tahun lalu oleh sekelompok petani Maya. INAH - National Institute of Anthropology and History/Karla Ortega/Handout via REUTERS

    Artefak pembakar, yang biasa digunakan ritual pada masa pra-Hispanik berada dalam gua Balamku, yang terletak di situs arkeologi Chichen Itza di semenanjung Yucatan, Meksiko 4 Maret 2019. Gua tersebut ditemukan 50 tahun lalu oleh sekelompok petani Maya. INAH - National Institute of Anthropology and History/Karla Ortega/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta- Seorang arkeolog Takeshi Inomata menemukan 27 situs purbakala upacara Suku Maya kuno di Meksiko dengan menggunakan peta online.

    Inomata menemukannya dengan Light Detection and Ranging map (LiDAR) online tahun lalu, 2018, yang digunakan secara gratis.

    “Sangat menyenangkan melihat ada lebih banyak situs jenis ini dari yang kami harapkan. Sungguh luar biasa, ini memiliki formasi persegi panjang yang sangat standar," katanya kepada Fox News, dikutip Daily Mail pada akhir pekan lalu.

    Situs purbakala Suku Maya kuno yang berusia 3 ribu tahun itu ditemukan dengan Sistem LiDAR jarak jauh dan menggunakan cahaya guna menghitung jarak dari permukaan bumi untuk menghasilkan informasi 3D yang akurat.

    Ini membuatnya lebih mudah untuk melacak situs-situs purbakala yang seharusnya sulit ditemukan dalam survei berbasis darat.

    Dia menjelajahi peta laser yang mencakup 4.400 mil persegi negara bagian Tabasco dan Chiapas di Meksiko.

    Meskipun resolusi rendah, alat tersebut mampu mengidentifikasi serangkaian garis besar yang menandai situs arkeologi yang diidentifikasi sebagai dasar lokasi upacara.

    "Kehadiran kompleks upacara formal pada periode awal ini menunjukkan bahwa ritual dan gagasan keagamaan tertentu tersebar di wilayah yang luas ketika orang menerima cara hidup baru," tutur Inomata.

    Penemuan 27 situs purbakala tadi belum ditinjau oleh rekan sejawatnya. Namun, dia berharap pada akhirnya akan terbukti penemuan tersebut sangat berharga untuk studi budaya kuno.

    Profesor arkeologi di Universitas Arizona, Amerika Serikat, tersebut membuat terobosan tak lama setelah ia melakukan penelitian di situs purbakala Ceibal, Guatemala.

    Di sana dia menemukan situs purbakala kompleks upacara yang berasal dari 1.000 hingga 900 SM. Peta yang digunakan Inomata diterbitkan pada 2011 oleh Institut Statistik dan Geografi Nasional Meksiko.

    DAILY MAIL | FOX NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.