Pendidikan Tinggi Masuk ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadiem Makarim melempar senyuman ke arah wartawan setibanya di Istana Negara, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. Nadiem mengatakan jika Presiden Joko Widodo memintanya menjadi salah satu menteri. Terkait posisinya sebagai CEO Go-Jek, pria lulusan Harvard itu menyatakan telah melepaskannya hari ini juga. TEMPO/Subekti

    Nadiem Makarim melempar senyuman ke arah wartawan setibanya di Istana Negara, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. Nadiem mengatakan jika Presiden Joko Widodo memintanya menjadi salah satu menteri. Terkait posisinya sebagai CEO Go-Jek, pria lulusan Harvard itu menyatakan telah melepaskannya hari ini juga. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, JakartaPendidikan tinggi kini kembali masuk ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tidak lagi bergabung dengan Kementerian Riset.

    Hal itu ditegaskan Menteri Riset Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, di Jakarta, Rabu, Okober 2019.

    "Enggak kan itu (pendidikan tinggi) bukan ristek tapi kembali ke asalnya. Cuma sekarang harus bikin yang baru Badan Riset dan Inovasi Nasional," katanya.

    Mendibud dalam kabinet baru adalah pendiri Gojek, Nadiem Makarim.

    Pada kabinet periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi, Ditjen Pendidikan Tinggi dikeluarkan dari Kemendikbud dan digabungan dengan Kementerian Riset.

    Bambang Brodjonegoro juga mengatakan akan menyiapkan Badan Riset dan Inovasi Nasional sesuai amanat Undang-Undang tentang Sistem Penelitian.

    Ia mengatakan badan itu harus dibentuk sehingga riset-riset yang ada di Indonesia terutama di organisasi pemerintah lebih terorganisasi.

    Ketika ditanya apakah akan ada penghimpunan dana riset, dia mengatakan pihaknya akan memperhatikan amanat UU tentang Penelitian.

    "Dan saya cari tahu dari pihak internal," kata mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas itu.

    Menurut dia, dengan lembaga baru itu maka tidak hanya berhenti di riset tapi berlanjut ke inovasinya.

    Ia juga mengatakan Dana Riset Abadi nantinya akan dikelola badan itu. "Nanti dikelola di situ, kalau tidak salah Rp900 miliar tahap pertama," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.