Diduga Ancam Keamanan, Parlemen AS Awasi Aplikasi TikTok

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiktok

    Tiktok

    TEMPO.CO, Jakarta- Anggota parlemen Amerika Serikat mempertanyakan kemungkinan aplikasi media sosial berbasis video, TikTok, merupakan ancaman keamanan nasional. Media sosial Cina itu sedang diawasi atas dugaan ancaman keamanan nasional.

    Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Direktur Keamanan Nasional AS, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer dan Senator Tom Cotton, seorang anggota Partai Republik, menyerukan kepada para pejabat intelijen untuk menilai potensi risiko yang ditimbulkan oleh TikTok.

    "Dengan lebih dari 110 juta unduhan di AS saja, TikTok adalah potensi ancaman kontra intelijen yang tidak dapat kita abaikan," tulis para senator dalam surat, dikutip Daily Mail, Kamis, 24 Oktober 2019. 

    Di antara kekhawatiran tersebut adalah meningkatnya pengaruh TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan teknologi Cina ByteDance, dan kepatuhannya terhadap agenda yang ditetapkan oleh pemerintah Cina.

    “Mengingat keprihatinan ini, kami meminta Komunitas Intelijen melakukan penilaian risiko keamanan nasional yang ditimbulkan oleh TikTok dan platform asal Cina lainnya yang beroperasi di AS,” tertulis dalam surat itu.

    Menurut anggota parlemen, para pakar keamanan telah menyuarakan keprihatinan bahwa tambalan intelijen, keamanan nasional, dan keamanan cybersecurity yang samar-samar di Cina, serta memaksa perusahaan-perusahaan Cina untuk mendukung dan bekerja sama dengan pekerjaan intelijen yang dikendalikan oleh Partai Komunis Cina.

    "Tanpa peradilan independen untuk meninjau permintaan yang dibuat oleh pemerintah Cina untuk data atau tindakan lainnya, tidak ada mekanisme hukum bagi perusahaan Cina untuk mengajukan banding jika mereka tidak setuju dengan permintaan,” demikian isi surat itu melanjutkan.

    Menurut Profesor Amerika David Carrol, yang mengambil data perusahaan besar, Cambridge Analytica setelah mereka secara ilegal menggunakan data 80 juta pengguna Facebook untuk membantu memilih Presiden AS Donald Trump, TikTok bisa menjadi penjelmaan skandal pelopor berikutnya.

    Dalam sebuah wawancara dengan Quartz pada Mei lalu, Carrol menunjuk praktik TikTok yang meragukan sehubungan dengan pengambilan data pengguna, mengatakan itu bisa menjadi titik nyala potensial bagi anggota parlemen.

    "Jika anggota parlemen di Capitol Hill tahu bahwa data TikTok anak-anak mereka mungkin telah mengalir ke Cina, saya yakin mereka akan mengkhawatirkannya sama seperti saya," katanya.

    DAILY MAIL | QUARTZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.