Rombak Media dan Tempo Gelar Festival SENYAWA+ pada 2-3 November

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ajang Kolaborasi, Festival SENYAWA+ 2019 Digelar 2-3 November. Kredit: Kominfo

    Ajang Kolaborasi, Festival SENYAWA+ 2019 Digelar 2-3 November. Kredit: Kominfo

    TEMPO.CO, Jakarta - SENYAWA+, sebuah festival kolaborasi yang bertujuan untuk menjembatani para talenta, kolaborator, dan organisasi, bakal digelar pada 2-3 November 2019. Acara ini akan menjadi stimulus bagi para generasi muda Indonesia dari berbagai latar belakang industri dengan menghadirkan titik temu sebagai bentuk perayaan atas keberagaman yang ada.

    Festival ini - merupakan kerja sama antara Rombak Media, TEMPO.Co, FounderAsia, Creativepreneur, M Bloc dan didukung oleh Lenovo dan Telkomsel – mengundang para individu muda dari berbagai latar, mulai dari wirausahawan, artis, musisi, profesional muda, pengembang software, jurnalis, hingga investor berusia 18 hingga 24 tahun untuk berkolaborasi bersama dengan 51 pembicara yang akan dihadirkan.

    “Saya percaya SENYAWA+ mampu menjadi panggung aksi untuk saling berkolaborasi dan membuka peluang berkarya, seperti salah satu kerja sama kami dengan Noice Podcast. Noice akan meluncurkan aplikasinya sebagai wadah para podcaster muda untuk menyusul kesuksesan nama-nama besar podcaster seperti Inez Kristanti, Uus, Randhika Jamil, dan Coki Muslim,” ujar Dennis Adishwara, CEO Rombak Media, dalam keterangannya Jumat, 25 Oktober 2019.

    “Dengan kerja sama yang kami bangun dengan berbagai industri, terutama sebagai jembatan antara industri kreatif dan teknologi, SENYAWA+ akan menjadi bukti jika pada masa ini, semua orang bisa berkolaborasi secara aktif,” tambah Dennis.

    Menggabungkan dua panggung utama Livehouse dan _Oeang restaurant serta pameran di M Bloc Space, Jakarta Selatan, acara ini turut menggagas sesi-sesi diskusi yang tidak hanya interaktif, tapi juga membuka wawasan.

    SENYAWA+ merangkul tokoh-tokoh terdepan di berbagai industri paling menjanjikan di Indonesia, di antaranya adalah industri teknologi, kreatif, F&B, musik, film, pendidikan, media, dan fesyen.

    Dengan tema “The Future is Not Digital”, SENYAWA+ mengajak para pelaku industri untuk menyadari bahwa kolaborasi adalah kunci untuk kita mewujudkan masa depan yang lebih baik di berbagai industri.

    Acara ini didukung oleh beberapa figur terkemuka di industri teknologi seperti Wafa Taftazani (YouTube Indonesia), Aldo Rambie (Facebook), dan menggandeng figur industri kreatif seperti Abimana Aryasatya (Aktor), Coki & Muslim (Komedian), Putri Tanjung (Creativepreneur), Baim Wong (Kreator Konten), dan Marchella FP (NKCTHI).

    Serta tokoh-tokoh ‘pencari solusi’ tanah air, mulai dari bidang pendidikan oleh Sabda P.S (Zenius Education) dan hingga media, Rhaka Ghanisatria (Menjadi Manusia), Pangeran Siahaan (Asumsi), Jovita Ayu (TelusuRI), dan masih banyak lagi.

    “Sebagai rekan, Creativepreneur sangat antusias dalam turut serta mewujudkan SENYAWA+ di tahun ini. Kami melihat banyaknya kesempatan berkolaborasi dengan para pemain di berbagai industri, terutama industri kreatif karena kami ingin membangun masa depan yang baik yang dapat memberdayakan seluruh masyarakat dengan kreatifitas,” ucap Putri Tanjung, CEO, Creativepreneur.

    “Ke depannya kami juga akan bekerja sama dengan SENYAWA+ untuk membuat berbagai program berkelanjutan seputar industri kreatif dan entrepreneurship,” tambahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.