Pilot Angkatan Laut AS Ingatkan Ancaman Kemajuan Militer Cina

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jet Tempur J-20 Cina (IT/ChinaDaily)

    Jet Tempur J-20 Cina (IT/ChinaDaily)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah penerbang  di Angkatan Laut AS mengingatkan ancaman kemajuan Cina dalam beberapa tahun mendatang. Peringatan itu disampaikan dalam konvensi penerbangan Angkatan Laut AS tahunan Tailhook di Nevada pada September 2019.

    Pilot Angkatan Laut tidak siap untuk melakukan pertempuran dengan musuh teknologi tinggi seperti Cina. Menurut mereka, Angkatan Laut AS harus meningkatkan kemampuan pesawat tempur dan pelatihannya.

    “Komentar dari Tailhook 2019 menyatakan krisis baru sudah dekat,” kata James Holmes, seorang profesor di Akademi Perang Angkatan Laut AS di Rhode Island, dalam tulisnnya di Proceedings, jurnal profesional dari Institut Angkatan Laut AS.

    Holmes menyamakan dilema penerbangan angkatan laut saat ini dengan keadaan darurat serupa yang terjadi pada 1960-an. "Saat itu musuh adalah Vietnam Utara, lawan  tangguh  meskipun menimbulkan sedikit ancaman di luar perbatasannya," tulis Holmes.

    Pada 1960-an Angkatan Laut AS menerjunkan jet tempur berbasis kapal induk yang filosofi desainnya berpusat pada rudal. Namun pilot Vietnam memaksa terjadinya perang dalam jarak dekat dengan mengandalkan adu senjata, sehingga rudal seperti tak berguna.

    Kapal induk pertama buatan Cina, Tipe 001A, dapat membawa 36 pesawat tempur, 50 persen lebih banyak dari Liaoning. Kredit: Ifeng

    Padahal F-4 Phantom, pesawat tempur utama Angkatan Laut AS di tahun 1960-an, bahkan tidak dilengkapi dengan senjata untuk pertempuran jarak dekat.

    Saat ini Cina bangkit sebagai kekuatan ekonomi dan militer, dan kebangkitan militer Rusia sendiri, mengakhiri ketenangan - dan mengungkapkan bahwa penerbangan Angkatan Laut AS tidak siap untuk perang besar, kata Holmes seperti dikutip National Interest, 23 Oktober 2019.

    Menurut Holmes, pesawat angkut Angkatan Laut AS tidak lagi membanggakan, kecepatan dan keunggulan yang membuat mereka tidak terkalahkan di perang Balkan, Afghanistan dan Irak sudah tidak tersisa lagi.

    Cina saat ini  memiliki jet tempur siluman J-20 dan bomber H-6K, juga kapal induk dan kapal perusak, dan helikopter Z-20 yang diperkirakan bakal menjadi kekuatan perang bersama mesin tempur AS dan Rusia. 

    NATIONAL INTEREST | US NAVAL INSTITUTE | CHINADAILY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.