Ribuan Hektare Hutan Gundul Tanah Bumbu Direboisasi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Batulicin melakukan penghijauan di Kecamatan Mentewe Tanah Bumbu. Kredit: Antara

    Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Batulicin melakukan penghijauan di Kecamatan Mentewe Tanah Bumbu. Kredit: Antara

    TEMPO.CO, Tanah Bumbu - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan Kusan, melakukan penanaman kembali atau reboisasi hutan yang kondisinya gundul dan tandus.

    "Reboisasi tersebut bertujuan untuk menyelamatkan ribuan hektare hutan yang berpotensi gundul akibat penebangan liar," kata Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kusan Tanah Bumbu, Syafriani, di Batulicin, akhir pekan ini.

    "Luas kawasan hutan yang direboisasi kisaran empat ribu hektare hutan yang tersebar secara sporadis di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu," tambahnya.

    Reboisasi ini, ujarnya, akan terus dikawal dan dimonitar secara berkala, guna memastikan tanaman yang ditanam benar-benar hidup hingga besar.

    Dalam melakukan pengawasan hasil penanaman, pihak Kusan melibatkan lapisan masyarakat setempat dengan membentuk kelompok petani hutan. "Target kami bukan hanya melakukan penanaman pohon di beberapa wilayah yang menjadi tanggung jawab kami," ujarnya.

    Namun, dalam hal ini KPH Kusan ingin membuat masyarakat benar-benar sadar untuk ikut menjaga dan melestarikan hutan.

    Syafriani menyampaikan, untuk mensukseskan program ini KPH juga secara terbuka menerima pengajuan dari masyarakat untuk bantuan bibit tanaman.

    Jenis bibit yang tersedia sementara ini seperti pohon Mahoni, Jengkol, Petai, Trembesi dan Angsana. "Kita berharap warga lebih peduli lingkungan dengan melakukan penanaman pohon, baik itu di pekarangan rumahnya atau di lahan yang masih kosong", katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.