Bayar Tagihan Air Aetra Tangerang Bisa Pakai Aplikasi OttoPay

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur PT Reksa Transaksi Sukses Makmur (pengembang OttoPay) Budi Hartono dan Direktur PT Air Aetra Tangerang Hari R. Okta Ismojo menandatangi kerja sama untuk menggunakan aplikasi pembayaran non tunai OttoPay di Accelerace, Ariobimo Sentral, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019. TEMPO/Khory

    Direktur PT Reksa Transaksi Sukses Makmur (pengembang OttoPay) Budi Hartono dan Direktur PT Air Aetra Tangerang Hari R. Okta Ismojo menandatangi kerja sama untuk menggunakan aplikasi pembayaran non tunai OttoPay di Accelerace, Ariobimo Sentral, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta- PT Air Aetra Tangerang menggandeng aplikasi OttoPay untuk memberikan pilihan bagi pelanggan air Aertra dalam membayar tagihan air bulanan melalui Mitra OttoPay di kawasan Tangerang. Aplikasi ini dapat mempermudah transaksi pelanggan hanya dengan melalui QR Code.

    "Kerja sama ini berharap akan bisa membuat pelanggan kami mendapatkan tambahan channel pembayaran baru sehingga lebih mudah melakukan pembayaran," ujar Direktur PT Air Aetra Tangerang Hari R. Okta Ismojo di Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Aplikasi OttoPay. TEMPO/Khory

    OttoPay merupakan aplikasi pembayaran non-tunai yang diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Aplikasi itu bisa menjadi solusi pembayaran digital untuk warung atau toko. Pelanggan bisa menggunakan aplikasi yang sudah bekerja sama dengan OttoPay yaitu Ottocash, JakOne, BRISPAY, True Money, dan One Mobile untuk melakukan pembayaran di Mitra OttoPay (warung pengguna OttoPay).

    Saat ini Aetra Tangerang sudah menyediakan pelayanan air bersih perpipaan bagi kurang lebih 76 ribu pelanggan di delapan kecamatan di Kabupaten Tangerang. Dengan jumlah tersebut, pelanggan akan dimudahkan untuk melakukan pembayaran non-tunai tagihan penggunaan air.

    "Sampai sekarang kendalanya tidak ada, cuma kalau pelanggan harus bayar ke tempat kita itu jauh dan pakai ojek, yang terdekat seperti Indomaret atau Kantor Pos pakainya cash. Sehingga dengan adanya OttoPay itu mereka bisa jalan saja tanpa menggunakan ojek dan bayarnya non tunai," kata Okta.

    Menurut Okta, pelanggan Aetra Tangerang ada dua jenis, yaitu pelanggan rumahan atau biasa dan peruaahaan. Dengan kerja sama tersebut Aetra Tangerang menyasar pelanggan rumahan yang disebut regular. Sebelumnya, pelanggan Aetra Tangerang hanya membayar melalui channel seperti Indomaret dan Kantor Pos.

    Direktur PT Reksa Transaksi Sukses Makmur Budi Hartono menjelaskan bahwa dari sekitar 1 juta Mitra OttoPay, ada 13 ribu Mitra OttoPay yang tersebar di Tangerang untuk pelanggan melalukan transaksi.

    "Kerja samanya mulai hari ini berlangsung seterusnya kita berharap ini bisa menjadi layanan permanen. Pembayaran digital kan melibatkan dua belah pihak, pelanggan dan toko. Dari segi pelanggan sudah banyak yang menggunakan. Kami melengkapi ekosistem di sisi pedagangnya," tutur Budi.

    OttoPay tidak bermain di segmen pedagang atau toko di mal besar tapi menyasar segmen yang di bawah, seperti warung pinggir jalan, pasar, dan di gang-gang. Sesuai dengan visi misi OttoPay, Budi melanjutkan, ingin melengkapi konten bagi Mitra OttoPay, sehingga kerja sama itu melengkapi pembayaran air di wilayah Tangerang karena listrik dan air menjadi kebutuhan bagi rumah tangga.

    Pembayaran tagihan Aetra Tangerang melalui aplikasi OttoPay akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 2.500 per transaksi. "Skema monetisasi, pembayaran QR, kita mengikuti BI mengenai QRIS atau QR Indonesia Standar. Kami akan memberikan komisi bagi mitra, misalnya ada pelanggan mendapat Rp 1.500, kita bisa sharing 500 sampai 1.000 untuk pemilik warungnya," ujar Budi.

    OttoPay menghadirkan beberapa fitur layanan pembayaran tagihan rumah tangga seperti air dan listrik, pembelian pulsa, voucer game, BPJS dan produk digital lainnya. Selain itu, aplikasi OttoPay juga sudah memegang surat penunjukan Bank Indonesia sejak 28 Agustus 2018.

    Untuk menjadi Mitra OttoPay, pedagang harus memenuhi beberapa syarat. "Syarat utama harus punya fisik warung atau toko, ada barang dagangannya entah pecel lele, jasa laundry apapun lah. Jadi syaratnya permanen, mengajukan pendaftaran secara online, cukup bertemu dengan sales kita dan saat itu juga warung itu bisa menggunakan aplikasi untuk menerima berbagai pembayaran," tutur Budi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.