Tim SAR Hentikan Pencarian 2 Pendaki Jambi di Gunung Dempo

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan Gunung Dempo menjadi latar dari Tebat atau Danau Gheban, dua objek wisata alam yang bisa dikunjungi di Pagaralam, Sumatera Selatan. (shutterstock.com)

    Pemandangan Gunung Dempo menjadi latar dari Tebat atau Danau Gheban, dua objek wisata alam yang bisa dikunjungi di Pagaralam, Sumatera Selatan. (shutterstock.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim SAR gabungan secara resmi menghentikan proses pencarian dua pendaki asal Jambi yang hilang di Gunung Dempo, Pagaralam, Sumatera Selatan, dan tetap tidak bisa ditemukan hingga hari ke-10 pencarian.

    Koordinator tim pencarian, Benteng Telau di Pagaralam, Kamis, 31 Oktober 2019, mengatakan tim SAR gabungan yang berjumlah 70 orang sudah berupaya menyisir semua titik di Gunung Dempo untuk mencari M. Fikri Sahdilah, 19 tahun, dan Jumadi (26).

    "Sesuai SOP pelaksanaan Operasi SAR Basarnas dan evaluasi menyeluruh bersama potensi SAR, diputuskan pelaksanaan Operasi SAR pencarian kedua pendaki ditutup pada 31 Oktober 2019 pukul 18.00 WIB," ujar Benteng.

    Menurut dia SOP pencarian dan pertolongan sudah maksimal dijalankan oleh tim gabungan Basarnas Pos SAR Pagaralam, BPBD Pagaralam, Tagana Pagaralam, elemen pencinta alam dan unsur TNI / Polri.

    Meski pencarian ditutup, kata dia, namun petugas tetap memantau lewat Pos SAR Pagaralam, sebab tak menutup kemungkinan Operasi SAR dapat dibuka kembali jika ada petunjuk akurat keberadaan kedua pendaki tersebut.

    "Kami sudah berupaya sebisanya, kami berharap keluarga korban dapat berbesar hati dan ikhlas menerima hasil ini," katanya.

    Sebelumnya,  Fikri Sahdilah dan Jumadi yang berasal dari Kabupaten Muaro Bungo, Jambi, berangkat ke Pagaralam pada Minggu (13/10).

    Kemudian pada Selasa (15/10) keduanya melakukan kontak terakhir kepada keluarga dengan menginformasikan jika keduanya sedang berada di lereng Gunung Dempo sebelum menuju puncak gunung.

    Setelah itu kedua korban dinyatakan hilang kontak pada 15 Oktober 2019, tetapi Basarnas Pos SAR Pagaralam baru mendapatkan laporan resmi dari keluarga korban pada Selasa (22/10) atau seminggu berselang, lalu tim gabungan segera mencari keduanya.

    Koordinator Pos SAR Pagaralam, Alparis ZM, menjelaskan bahwa pada hari ketiga pencarian tim gabungan menemukan beberapa barang milik salah seorang pendaki yang sudah dikonfirmasi pihak keluarga kebenarannya.

    "Setelah proses pencarian yang cukup panjang selama tujuh hari, Basarnas Palembang sebagai pengarah dalam pencarian dan pertolongan memutuskan menambah masa pencarian selama tiga hari, tapi keduanya tidak berhasil ditemukan," kata Alpariz.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.