Bengawan Solo Kembali Tercemar Berat, Gubernur Turunkan Tim

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan memeriksa pompa air Sungai Bengawan Solo untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi di Desa Kadokan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat, 6 September 2019. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Toya Wening Surakarta mengeluhkan tercemarnya air baku untuk produksi air minum di IPA Semanggi. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Karyawan memeriksa pompa air Sungai Bengawan Solo untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi di Desa Kadokan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat, 6 September 2019. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Toya Wening Surakarta mengeluhkan tercemarnya air baku untuk produksi air minum di IPA Semanggi. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Semarang -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menurunkan tim untuk mengatasi pencemaran berat yang terjadi di Sungai Bengawan Solo.

    "Tim kami sudah turun, sekarang mencoba memformulasikan. Pencemaran sudah luar biasa untuk Bengawan Solo dan sekarang ramai lagi PT RUM. Kami minta untuk dipanggil," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai memberikan pengarahan di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Jumat, 1 November 2019.

    Menurut Ganjar, pemanggilan pihak yang diduga terlibat pencemaran Sungai Bengawan Solo tersebut untuk menemukan formula penanganan limbah yang saling menguntungkan, baik untuk masyarakat maupun perusahaan.

    Salah satu hal yang dinilai bisa menjadi solusi bagi semua pihak, kata Ganjar, adalah pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal.

    "Kami kerja terus, kami dorong agar industri berjalan dan orang tidak marah-marah. Membuat IPAL Komunal agar kemudian bisa digunakan, teknologi ini tidak bisa rendah, harus teknologi tinggi," ujarnya.

    Menurut Ganjar, pengolahan limbah ini harus dilakukan secara massal sebab mengacu pada kondisi sekarang dengan tata ruang semakin sempit serta kebutuhan dan ekspektasi masyarakat tinggi.

    "Satu per satu sudah ditemukan sampai perusahaannya, kalau nanti kita tidak bisa ngomong baik-baik maka kita masuk ranah penindakan hukum. Prinsip dalam undang-undang lingkungan hidup itu pencemar mengganti, pencemar membayar," katanya.

    Seperti diwartakan, aliran Sungai Bengawan Solo kembali tercemar limbah yang mengakibatkan tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kota Surakarta menjadi tidak berfungsi.

    Sementara itu, Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono menyebut bahwa aliran Sungai Bengawan Solo mengalami pencemaran dengan kategori berat dan berbahaya.

    "Pencemaran yang terjadi di Sungai Bengawan Solo diduga akibat ada unsur kimia berupa timbal dan IPAL dari industri minuman ciu," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.