Jawaban Nadiem ke Jokowi: Beri Saya 100 Hari Siapkan Aplikasi

Reporter

Editor

Erwin Prima

Mendikbud Nadiem Makarim

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menceritakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pernah meminta waktu 100 hari untuk membuat perubahan sistem belajar berbasis aplikasi.

"Mas menteri minta 'beri waktu saya pak 100 hari untuk menyiapkan dan merancang itu'," kata Presiden Jokowi dalam acara diskusi mingguan dengan wartawan kepresidenan di Istana Merdeka Jakarta, Jumat, 1 November 2019.

Presiden menyebut "Mas Menteri" merujuk kepada mantan CEO Gojek berusia 35 tahun tersebut.

"Tapi yang lebih detailnya kalau mas menteri ini sudah belanja masalah ke mana-mana. Kemarin sudah saya perintahkan jangan hanya melihat universitas, SMA, SMK, SMP, SD, TK di Jakarta saja atau di Jawa saja. Tolong lihat juga NTT yang pelosok, di Maluku yang pelosok, di Papua juga yang pelosok. Perbedaannya kayak apa, pendekatannya kayak apa? Apakah pendekatan seperti yang dirancang cocok atau perlu digeser sedikit," jelas Presiden.

Setelah melihat berbagai sekolah di berbagai daerah tersebut, Nadiem pun diminta untuk melaporkannya kepada Presiden Jokowi.

"Jadi nanti saya sudah membayangkan kalau itu betul-betul bisa terlaksana akan ada perubahan besar, cara mengajar, cara interaksi antara murid dan guru, sistemlah yang bekerja, dengan aplikasi sistem," tegas Presiden.

Presiden Jokowi mengakui ada banyak pihak yang kaget karena ia menunjuk Nadiem Makarim sebagai Mendikbud.

"Karena (Nadiem) bukan dari dunia pendidikan, bukan juga guru besar pendidikan, tidak memiliki 'background' pendidikan, tetapi sekali lagi ini kita ingin melakukan sebuah pendekatan yang berbeda karena dunia berubah begitu sangat cepatnya. Disrupsi teknologi ini harus disikapi dan diperlukan orang yang bisa cepat merespon perubahan itu. Tidak rutinitas, monoton, tidak akan kita bisa melompat," tambah Presiden.

Presiden meminta agar masyarakat sabar dalam 2,5 tahun ke depan untuk menilai kinerja Nadiem sebagai Mendikbud.

"Paling tidak nanti dilihat saja 2,5 tahun lagi, akan kita nilai. Jangan minta cepat kalau yang ini. Kita perlu persiapan sebuah aplikasi sistem sehingga menjangkau anak didik kita, menjangkau sekolah-sekolah, menjangkau guru-guru," ungkap Persiden.

Presiden mengaku sudah memperhitungkan bahwa Nadiem dapat mengelola manajemen pendidikan yang sangat besar dengan menggunakan teknologi.

"Ini adalah sebuah cara sehingga kecepatan perubahan betul-betul bisa kita antisipasi. Siapa yang bisa mengelola seperti itu? Ya yang menguasai teknologi. Siapa yg terbukti menguasai seperti itu? Ya beliau itu. Sudah membuktikan. Bisa tidak (sistem) dari situ (Gojek) dibawa ke dunia pendidikan? Ini yang mau kita buktikan," tambah Presiden.

Nadiem pun, menurut Presiden yakin dapat membawa sistem tersebut ke dunia pendidikan.

"Beliau sampaikan ke saya 'Bisa pak, tapi berikan waktu saya'. Saya beri waktu. Boleh. Kita lihat. Saya ga mau rutinitas. Intinya itu. Bapak ibu yakin tidak? Dari apa yang disampaikan mas menteri ke saya, saya meyakini beliau bisa melakukan itu. Kalau itu terjadi. Nah, itulah yg namanya lompatan," kata Jokowi.

ANTARA






Jokowi Batal Buka Jambore Nasional Pramuka di Cibubur

9 jam lalu

Jokowi Batal Buka Jambore Nasional Pramuka di Cibubur

Presiden Jokowi dipastikan batal membuka Jambore Nasional Pramuka di Cibubur, Jakarta Timur yang akan digelar mulai 14 Agustus 2022.


Prabowo: Gerindra Bisa Bekerja Sama dengan Siapa pun di Republik Ini

10 jam lalu

Prabowo: Gerindra Bisa Bekerja Sama dengan Siapa pun di Republik Ini

Prabowo bercerita, keputusannya saat itu bergabung dengan pemerintahan Jokowi berdasarkan insting. Jokowi diyakini sebagai sosok negarawan.


Jokowi Belum Tentukan MenPAN RB Baru Pengganti Tjahjo Kumolo

13 jam lalu

Jokowi Belum Tentukan MenPAN RB Baru Pengganti Tjahjo Kumolo

Presiden Jokowi mengatakan hingga saat ini belum ada nama pengganti MenPAN RB yang baru pengganti Tjahjo Kumolo.


Jokowi Temui Lembaga Tinggi Negara Bahas Subsidi BBM: Kalau Tak Kuat Bagaimana?

13 jam lalu

Jokowi Temui Lembaga Tinggi Negara Bahas Subsidi BBM: Kalau Tak Kuat Bagaimana?

Presiden Jokowi menemui para kepala lembaga tinggi negara. Selama 2,5 jam mereka membahas krisis global. Soal subsidi BBM juga dibicarakan.


Jokowi Bicara Soal Kabar Dukungan untuk Prabowo dan Ganjar di Pilpres 2024

14 jam lalu

Jokowi Bicara Soal Kabar Dukungan untuk Prabowo dan Ganjar di Pilpres 2024

Jokowi angkat bicara soal kabar dukungan dia kepada Prabowo dan Ganjar untuk maju dalam Pilpres 2024.


Polri Belum Ungkap Motif Kasus Irjen Ferdy Sambo, Jokowi: Tanya ke Kapolri

15 jam lalu

Polri Belum Ungkap Motif Kasus Irjen Ferdy Sambo, Jokowi: Tanya ke Kapolri

Polri masih belum mengungkap motif pembunuhan Brigadir J yang diotaki Irjen Ferdy Sambo. Presiden Jokowi minta tanya ke Kapolri.


Gandum Diganti Sorgum untuk Mi Instan, Indef: Masalah Lidah Perlu Diperhatikan

23 jam lalu

Gandum Diganti Sorgum untuk Mi Instan, Indef: Masalah Lidah Perlu Diperhatikan

Salah satu yang perlu diperhatikan jika ingin mengganti gandum dengan sorgum adalah soal rasa dan cocok tidaknya dengan lidah orang Indonesia.


Cerita Jokowi Mulai Proyek 1 Juta Kelapa Genjah dan Petani Belum Pernah Lihat Pohonnya

1 hari lalu

Cerita Jokowi Mulai Proyek 1 Juta Kelapa Genjah dan Petani Belum Pernah Lihat Pohonnya

Jokowi memulai proyek penanaman 1 juta pohon kelapa genjah, dengan target awal 200 ribu di Solo Raya yaitu Sukoharjo, Karanganyar, dan Boyolali, di Jawa Tengah.


Setelah Sorgum, Kini Jokowi Mulai Proyek 1 Juta Kelapa Genjah

1 hari lalu

Setelah Sorgum, Kini Jokowi Mulai Proyek 1 Juta Kelapa Genjah

Presiden Jokowi memulai proyek penanaman 1 juta pohon kelapa genjah, yang diawali di Desa Giriroto, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.


Jokowi Tolak Usul Luhut Soal Penempatan Militer Aktif di Kementerian

1 hari lalu

Jokowi Tolak Usul Luhut Soal Penempatan Militer Aktif di Kementerian

Presiden Jokowi menolak usul Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan soal penempatan TNI di kementerian dan lembaga negara. Belum mendesak.