Game MOBA Pertama Indonesia Lokapala Rilis Januari 2020

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Game Lokapala saat ini sudah memasuki versi beta. TEMPO/ Galuh Putri Riyanto

    Game Lokapala saat ini sudah memasuki versi beta. TEMPO/ Galuh Putri Riyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Game Lokapala besutan developer lokal Anantarupa Studio rencananya akan dirilis Januari 2020 mendatang.  Co-Founder dan COO Anantarupa Studio Diana Paskarina mengungkapkan bahwa game ini akan menjadi game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) pertama dari Indonesia.

    "Bukan hanya di Indonesia, Lokapala juga akan menjadi game MOBA pertama di Asia Tenggara. Kami memilih genre MOBA ini karena market share-nya paling besar di antara genre lainnya," ungkap Diana Paskarina selaku Co-Founder dan COO Anantarupa Studio di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Minggu, 3 November 2019.

    Co-founder dan COO Anantarupa Studio Diana Paskarina menyebutkan bahwa Lokapala akan menjadi game MOBA pertama dari Indonesia. TEMPO/ Galuh Putri Riyanto

    Menurut Diana, jika dilihat dari pangsa pasar game e-sport, genre MOBA menguasai 67 persen pangsa pasar dibandingkan dengan genre Real Time Strategi (RTS), First Person Shooter (FPS), dan lainnya. "Kami memilih genre MOBA juga karena genre ini yang paling kompleks dibandingkan dengan yang lainnya. Karena setiap karakternya harus kita program masing-masing secara khusus," lanjutnya.

    Oleh karena itu, kata Diana, game Lokapala ini melibatkan pelaku lintas sektor industri kreatif di antaranya melibatkan Caravan Studio, Ragasukma Comic, Kratoon, InHarmonics, serta komposer musik.

    "Lokapala merupakan game MOBA yang hadir dengan latar belakang budaya dan sejarah nusantara. Melalui game ini, kami ingin mengenalkan sebagian tokoh-tokoh sejarah dan mitologi nusantara melalui konsep desain visual dalam game dengan konteks terkini," kata Diana.

    Founder sekaligus seorang komikus dan ilustrator dari Caravan Studions Chris Lie mengungkapkan pihaknya sangat bersemangat menggarap game MOBA pertama di Indonesia ini. Ia melanjutkan, tim Caravan Studio turut terlibat dalam pengerjaan konsep karakter beserta arena permainan dalam Lokapala ini.

    "Ini pertama kalinya kami terlibat di game yang menampilkan karakter berdasarkan sejarah dan mitologi Indonesia, jadi kami excited. Sampai saat ini, sudah ada 16 karakter yang dirampungkan, salah satunya Gadjah Mada," ujar Chris pada kesempatan yang sama.

    Karena menampilkan berbagai karakter khas nusantara, Chris mengungkapkan pihaknya terkendala dalam hal referensi. "Kesulitannya, begitu kita ngomongin sesuatu tentang Indonesia dan historical, itu susah sekali mencari referensi. Untungnya tim Anantarupa sudah menyiapkan semua itu. Jadi tim kami bisa fokus di visual," imbuhnya.

    Dari segi musik, Anantarupa Studio menggandeng komposer musik kenamaan Indonesia yaitu Elwin Hendrijanto. "Saya terlibat sebagai komposer musiknya di Lokapala ini. Dalam game ini saya menggabungkan teknik komposisi musik di film-film hollywood dengan musik tradisional Indonesia yang otentik," ungkap Elwin.

    Elwin menyebutkan bahwa salah satu kendala yang dihadapinya dalam membuat musik game Lokapala ini ialah menyesuaikan musik dengan situasi dan kondisi karakter dalam game. "Kalau musik game itu challenge-nya adalah musiknya tidak linear karena ini semua tergantung dengan si pemain. Kadang pemain kan awalnya ada di poin A, di bisa saja langsung ke poin C, lalu balik lagi ke A, dan sebagainya. Makanya, ini ada algoritma khusus untuk merangkai musik sesuai dengan permainannya," lanjut Erwin.

    Selain itu, Kratoon juga turut berkolaborasi dalam game MOBA pertama Indonesia ini. "Di sini saya, melalui karakter saya Hebring juga akan menjadi salah satu karakter di Lokapala. Lokapala ini memiliki banyak dimensi waktu sehingga Hebring digambarkan sebagai superhero masa kini bisa juga masuk ke Universe Lokapala," ungkap CEO Kratoon Channel Andi Martin pada kesempatan yang sama.

    Lebih jauh lagi, Andi memberikan bocoran bahwa karakternya, Hebring, akan menjadi 'guardian' berwujud tanker dalam universe Lokapala. Sementara itu, karakter-karakter di universe game Lokapala ini juga akan didukung oleh karakter yang ada dalam Ragasukma Comic.

    "Kebetulan karakter yang ada dalam komik silat Ragasukma Comic ini sudah satu napas dengan Lokapala, jadi kami bisa touch-up sedikit dan langsung diberikan ke Lokapala," ungkap salah satu pendekar komik sekaligus founder dari Ragasukma Comic, Sweta Kartika.

    GALUH PUTRI RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.