Amazon Akan Buka Data Center di Indonesia Akhir 2021

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Country Leader AWS Indonesia Gunawan Susanto memastikan bahwa Jakarta akan menjadi region baru AWS di kawasan Asia Pasifik. TEMPO/Galuh Putri Riyanto

    Country Leader AWS Indonesia Gunawan Susanto memastikan bahwa Jakarta akan menjadi region baru AWS di kawasan Asia Pasifik. TEMPO/Galuh Putri Riyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Country Leader Amazon Web Service (AWS) Indonesia Gunawan Susanto memastikan bahwa AWS akan membuka data center di Indonesia pada akhir 2021. Hal ini menyusul diumumkannya Jakarta sebagai salah satu region baru AWS di kawasan Asia Pasifik.

    "Jakarta menjadi salah satu region baru AWS yang akan mempunyai tiga availability zones (zona ketersediaan), di mana masing-masing zona ketersediaan akan memiliki minimal satu data center," kata Gunawan di acara AWS Media Briefing 2019 di Jakarta Selatan, Senin 4 November 2019.

    Sebelumnya di kawasan Asia Pasifik, AWS sudah memiliki enam region lainnya, termasuk Singapura, Sydney, Tokyo, Seoul, serta Hongkong.

    Secara global AWS sudah memiliki 22 region dengan 69 zona ketersediaan. "Ke depannya, berbarengan dengan Jakarta, Milan dan Cape Town juga akan menjadi region baru AWS," kata Gunawan.

    Senior Technical Evangelist AWS ASEAN Donnie Prakoso mengungkapkan bahwa kehadiran tiga zona ketersediaan di region Jakarta akan memberikan manfaat bagi pelanggan AWS Indonesia. "Di antaranya menghadirkan ketersediaan data yang tinggi, skalabilitas data yang tinggi, hingga tolerasi kesalahan data yang tinggi pula," ujar Donnie.

    Untuk menjamin hal tersebut, kata Gunawan, nantinya tiap-tiap zona ketersediaan akan dibangun dengan jarak tertentu. "Sehingga kalau ada bencana seperti banjir atau gempa bumi di satu zona, nggak akan mengganggu operasional zona lainnya. Jadi zona ketersediaan ini saling back up satu sama lain," lanjutnya.

    Lebih jauh lagi Donnie menjelaskan zona ketersediaan yang di dalamnya terdapat minimal satu data center dibangun dengan desain tertentu. "Pertama, zona ketersediaan itu terisolasi dan dibangung dengan jarak yang cukup jauh. Walau begitu, semua zona tetap terhubung dengan fiber optic yang low latency," ujar Donnie. "Zona ketersediaan ini juga tersedia lebih dari 100 ribu server di mana kita operating-nya high speed," imbuhnya.

    Latensi yang rendah ini, kata Donnie, dapat memunculkan manfaat lainnya, salah satunya ialah pelanggan data mengakses data secara cepat. "Semakin cepat aksesnya, akan semakin banyak pula demand. Karena banyaknya demand kan mendorong pelanggan kita untuk terus berinovasi," ujar Donnie.

    Menurut Gunawan, AWS menawarkan lebih dari 160 fitur yang bisa dimanfaatkan oleh para pelanggannya, mulai dari fitur keamanan, penyimpanan data, hingga IoT dan AI. Di Indonesia, AWS Indonesia telah membantu banyak pelanggan, di antaranya Kumparan, Halodoc, Grab, Traveloka, Kredivo, Elevenia, Zalora, DBS Bank, Iflix, hingga Sociolla.

    GALUH PUTRI RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.