Drone Tempur Siluman XQ-58 AS Rusak dalam Uji Coba

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Drone tempur siluman AS  Kratos XQ-58 Valkyrie. (wpafb.af.mil)

    Drone tempur siluman AS Kratos XQ-58 Valkyrie. (wpafb.af.mil)

    TEMPO.CO, Jakarta - Drone tempur siluman yang sedang dikembangkan Angkatan Udara Amerika Serikat, Kratos XQ-58 Valkyrie, mengalami sejumlah kerusakan saat gagal mendarat dengan mulus dalam uji coba ketiga, 9 Oktober 2019.

    Menurut rilis Angkatan Udara AS, yang dikutip laman The Drive, drone baru saja menyelesaikan penerbangan ketiganya ketika terjadi insiden. Namun Low Cost Attritable Strike Demonstrator (LCASD), yang menangani proyek ini, menyatakan uji coba berhasil.

    Kecelakaan itu terjadi pada 9 Oktober 2019, setelah XQ-58A mendarat di Yuma Proving Ground di Arizona. "Angin permukaan yang tinggi dan kerusakan pada sistem pemulihan uji penerbangan sementara kendaraan menghasilkan kecelakaan," menurut siaran pers resmi Angkatan Udara.

    "Sistem bantal prototipe, yang digunakan untuk seri uji awal tetapi tidak dimaksudkan untuk penggunaan operasional utama, mengalami anomali yang mengakibatkan pesawat mengalami kerusakan pada saat mendarat," kata juru bicara Kratos, menjelaskan dalam pernyataan resminya.

    “Kami terus mempelajari pesawat ini dan potensi teknologi yang dapat ditawarkan sebagai pesawat tempur. Penerbangan ketiga ini berhasil menyelesaikan tujuannya dan melengkapi dua penerbangan pertama," kata perwira tinggi  Angkatan Udara AS William Cooley, kepala Laboratorium Penelitian Angkatan Udara (AFRL), yang menjalankan program LCASD.

    Kratos XQ-58 Valkyrie adalah pesawat tempur tak berawak  yang dirancang dan dibangun oleh Kratos untuk Angkatan Udara Amerika Serikat.  Valkyrie berhasil menyelesaikan penerbangan pertamanya pada 5 Maret 2019 di Yuma Proving Ground, Arizona.

    XQ-58 Valkyrie termasuk dalam portofolio Teknologi Pesawat Attritable Biaya Rendah (LCAAT). Peran LCAAT adalah untuk mengawal F-22 atau F-35 selama misi tempur, dan untuk dapat menggunakan senjata atau sistem pengintaian.

    Drone siluman ini mempunyai panjang 8,8 meter, bentang sayap 6,7 meter, kecepatan maksimal 1.050 km perjam, jangkauan 3.941 km, dan makimal ketinggian 13 ribu meter. Pesawat dirancang bisa membawa 8 rudal dengan berat 250 kg. 

    XQ-58 dirancang sebagai 'wingman loyal' yang dikendalikan oleh pesawat induk untuk menyelesaikan tugas-tugas seperti memandu  atau menyerap tembakan musuh jika diserang.

    THE DRIVE | NATIONAL INTEREST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.