Kata.ai Gelar Kompetisi Developer KataHack 2019

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO dan Co-Founder Kata.ai Irzan Raditya saat menyampaikan sambutan dalam acara Interact 2019 di Jakarta, Selasa, 5 November 2019. TEMPO/Khory

    CEO dan Co-Founder Kata.ai Irzan Raditya saat menyampaikan sambutan dalam acara Interact 2019 di Jakarta, Selasa, 5 November 2019. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam gelaran pengenalan inovasi baru dan wadah diskusi perkembangan dan manfaat teknologi AI, Interact 2019, Kata.ai menghadirkan peserta final KataHack 2019, kompetisi untuk para developer.

    "KataHack ini perdana, bagaimana kami membuat wadah bagi para developer untuk menjawab suatu masalah. Kami melakukan road show ke empat dan kurang lebih ada 200 yang daftar, kita saring kurang lebih ada 80 ide, kita saring lagi menjadi 20 finalis dan sekarang finalnya ada lima peserta yang mempresentasikan idenya,” ujar CEO dan Co-Founder Kata.ai, Irzan Raditya, di Jakarta, Selasa, 5 November 2019.

    KataHack 2019 merupakan kompetisi hackathon online national yang digagas untuk melatih para developer muda Indonesia tentang pemikiran kritis, kreativitas, dan semangat problem solving yang mengandalkan solusi AI. Kata.ai menggelar road show di empat kota untuk mendapatkan peserta KataHack 2019, yaitu Jakarta, Bandung, Malang dan Yogyakarta.

    Lima tim terbaik dipilih menjadi finalis yang menawarkan solusi beragam, yakni Patricia-Pernal Payment Assistant, yang merupakan chatbot untuk membantu banyak orang dalam mengatur urusan finansial sampai jadwal bayar tagihan dalam chat apps.

    Kemudian ada Snowbal-KRAVE, chatbot yang bisa membantu dalam merencanakan liburan yang sesuai dengan budget. “Ada EasyFishy-AdBoard, papan iklan interaktif dengan menggunakan metode text-to speech. Kemudian, Elea-Alea Bot, chatbot berbasis teknologi untuk membantu orang yang menghadapi keluhan kesehatan mental,” kata Irzan. “Dan A4-Oti Parenting Bot, chatbot yang bisa membantu orang tua mengontrol percakapan bermuatan konten negatif menggunakan otomatisasi chatbot di grup chat.”

    Irzan mengatakan di Indonesia Kata.ai mungkin menjadi satu-satunya platform teknologi yang bisa memberikan wadah bagi para developer untuk membuat aplikasi. “Bahkan bisa menampilkan dan mengiklankan karyanya. Nantinya karya mereka akan bisa diakses melalui platform namanya Katalog, seperti App Store atau Play Store begitu," tutur Irzan.

    Kreasi developer tersebut bakal bisa dilihat dan digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. “Apakah ke depannya akan ada kolaborasi atau lainnya kami belum pikirkan. Yang pasti ke depan kami akan mengembangkan ekosistem developer di Indonesia,” ujar Irzan.

    Irzan berharap KataHack menjadi agenda tahunan Kata.ai. Karena, kata dia, jika melihat respons peserta yang cukup baik, maka akan dibuat kembali tahun depan. “Responsnya sangat positif, kami mulai tes lah untuk tahun ini, tahun depan akan kami adakan lagi dengan skala lebih besar,” tambah Irzan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.