Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Komentar LIPI Soal Septic Tank Meledak

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua RW03 Jatinegara, Cakung, Ahmad Firdaus, memperlihatkan mobil sedot tinja yang dikendarai korban ledakan saat terparkir di lokasi kejadian, Senin (4/11/2019). (ANTARA/Andi Firdaus)

    Ketua RW03 Jatinegara, Cakung, Ahmad Firdaus, memperlihatkan mobil sedot tinja yang dikendarai korban ledakan saat terparkir di lokasi kejadian, Senin (4/11/2019). (ANTARA/Andi Firdaus)

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang septic tank meledak. Peneliti Utama Teknologi Lingkungan di Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Neni Sintawardani, menjelaskan bahwa penyebab ledakan kemungkinan gas metana yang terkena api.

    Selain itu, remaja 17  tahun, Jeffery Chen dari Burlingame High School, California, Amerika Serikat berhasil memenangkan Breakthrough Junior Challenge 2019, kompetisi video internasional yang menantang anak muda usia 13 sampai 18 tahun untuk menjelaskan topik yang kompleks dari dunia fisika, matematika atau sains kehidupan.

    Berita lain tentang penyiksaan terhadap 6 ekor anak anjing beserta induknya di Jakarta Timur, Minggu, 3 November 2019. Diduga  anjing tidak hanya disiram dengan air panas tapi juga dengan cairan kimia.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Septic Tank Meledak Tewaskan Sopir Mobil Tinja, Ini Kata LIPI

    Seorang sopir jasa sedot WC meregang nyawa saat lubang septic tank meledak di rumah konsumennya di Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin sore, 4 November 2019. Korban berinisial S, 44 tahun itu tewas di tempat dengan luka bakar di wajahnya.

    Peneliti Utama Teknologi Lingkungan di Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Neni Sintawardani, menjelaskan bahwa dirinya belum mengetahui sebelumnya tentang peristiwa tersebut, tapi ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab ledakan terjadi.

    “Ini kalau dari segi proses biasanya akan selalu mengalami proses un-aerobik, itu proses yang tidak boleh ada oksigen. Sehingga bakteri akan mengkonsumsi polutan yang mengeluarkan biogas, yaitu gas metana, itu gas yang mudah terbakar, bisa dimanfaatkan untuk energi,” ujar Neni kepada Tempo melalui sambungan telepon, Selasa, 5 November 2019.

    2. Menang Kompetisi Video Sains, Remaja Ini Dihadiahi Rp 5,6 M

    Remaja 17  tahun, Jeffery Chen dari Burlingame High School, California, Amerika Serikat berhasil memenangkan Breakthrough Junior Challenge tahun ini, kompetisi video internasional yang menantang anak muda usia 13 sampai 18 tahun untuk menjelaskan topik yang kompleks dari dunia fisika, matematika atau sains kehidupan.

    Video Chen menjelaskan bagaimana para astronom menggunakan partikel neutrino, partikel subatom hampir tak bermassa, yang bergerak di luar angkasa dengan kecepatan cahaya. Partikel neutrino atau yang disebut partikel hantu dapat melewati planet, bintang, dan debu antarbintang, yang memungkinkan para ilmuwan untuk mengamati perjalanan mereka dan menawarkan jendela ke dalam peristiwa kosmik di luar tata surya dan di seluruh alam semesta.

    Chen berhasil mendapatkan hadiah senilai US$ 400 ribu atau setara dengan Rp 5,6 miliar. “Sebagai seorang anak, saya selalu terpesona oleh pertanyaan tentang apa yang ada di luar sana. Ketika saya memilih untuk membuat video ini, saya ingin menangkap perasaan takjub dan kagum tentang betapa luasnya alam semesta,” ujar Chen, dikutip Mercury News, Senin, 4 November 2019.

    3. Penyiksaan 6 Anjing, Diduga Disiram dengan Cairan Kimia

    Penyiksaan terhadap 6 ekor anak anjing beserta induknya di Jakarta Timur, Minggu, 3 November 2019, diduga tidak hanya dilakukan dengan menyiramkan air panas tapi juga dengan cairan kimia.

    Hal ini diungkapkan Jelli, pemilik keenam anjing yang mengalami penyiraman cairan hingga kritis dan 4 ekor tewas.

    Dugaan digunakannya  cairan kimia karena anjing yang bertahan mengalami muntah-muntah yang menandakan pendarahan dalam sistem pencernaan hewan itu. 

    Selain tiga berita terpopuler hari ini, Anda bisa membaca berita seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.