NASA Ungkap Gletser Tertebal Mencair, Dampak Perubahan Iklim?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pecahan es dan garis salju yang mundur mengungkapkan bahwa  Glacier Taku akhirnya menyerah pada perubahan iklim pada gambar satelit yang diambil pada Agustus 2019. (NASA Earth Observatory)

    Pecahan es dan garis salju yang mundur mengungkapkan bahwa Glacier Taku akhirnya menyerah pada perubahan iklim pada gambar satelit yang diambil pada Agustus 2019. (NASA Earth Observatory)

    TEMPO.CO, Jakarta- Penurunan perlahan bongkahan es atau Gletser Taku Alaska terlihat jelas dalam foto yang baru dirilis oleh Earth Observatory NASA. Menurut ahli glasiologi Mauri Pelto, yang mempelajari Juneau Icefield selama tiga dekade, Taku diprediksi akan terus mencair selama sisa abad ini.

    "Ini masalah besar bagi saya karena saya memiliki satu gletser yang dapat saya pegang," kata Pelto, profesor di Nichols College di Massachusetts, kepada NASA . "Tapi sekarang tidak lagi. Ini membuat skor perubahan iklim: 250 dan alpine gletser: 0."

    Gletser besar setebak 1,5 km,  bertambah massanya selama hampir 50 tahun, tapi sekarang terlihat menyusut. Sepasang foto satelit yang diambil pada Agustus 2014 dan Agustus 2018 menunjukkan platform es tempat gletser bertemu dengan sungai Taku mencair untuk pertama kalinya sejak 1946.

    Tidak hanya tanda mencair sekitar 80 tahun lebih awal dari perkiraan, tapi mereka juga menghabisi secercah harapan simbolis dalam perlombaan untuk memahami perubahan iklim. Dari 250 gunung (atau alpine) gletser yang dipelajari Pelto secara global, Taku adalah satu-satunya yang masih bertahan.

    Para ilmuwan mengatakan bahwa Gletser Taku mendapatkan massa antara 1946 dan 1988, tumbuh sekitar 30 cm per tahun. Kemajuan itu berhenti sebelum gletser mulai mencair tahun lalu.

    "Agar transisi dapat berlangsung begitu cepat mengindikasikan bahwa iklim mengesampingkan siklus maju dan mundur alami yang biasanya dilalui gletser," kata Pelto.

    NASA | FOX NEWS | LIVE SCIENCE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.