Ini Beda Sejarah Hari Ayah Nasional dan Father's Day

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu keluarga yang mudik dengan menggunakan sepeda motor melintas di jalan Blanakan, Subang, Jawa Barat, (16/8). Jalan yang rusak membuat para pemudik harus berhati-hati.  TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Satu keluarga yang mudik dengan menggunakan sepeda motor melintas di jalan Blanakan, Subang, Jawa Barat, (16/8). Jalan yang rusak membuat para pemudik harus berhati-hati. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Ayah Nasional berbeda dengan Father's Day yang diperingati di sejumlah besar negara di dunia pada hari Minggu di pekan ke tiga bulan Juni.

    Hari Ayah Nasional mulai diperingati pada 2006. Menurut laman Kemdikbud.go.id dan situs resmi Kabupaten Sumenep,  peringatan Hari Ayah Nasional dideklarasikan di Solo pada 12 November 2006.

    Adalah paguyuban lintas agama dan budaya yang bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) tengah menggelar peringatan hari Ibu di Solo, Jawa Tengah. Ada pun acara tersebut adalah mengadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ibu. Pada acara tersebut, ada 70 surat terbaik yang kemudian dibukukan.

    Seusai acara, para penyelenggara dibuat terkejut oleh ungkapan seorang peserta. ”Kapan diadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ayah? Kapan Peringatan Hari Ayah? Kami pasti ikut lagi.” 

    Spontan pertanyaan itu membuat penyelenggara mencari tahu kapan Hari Ayah diperingati di Indonesia. Ayah juga  sosok penting dalam keluarga. Tim PPIP pun mencoba menetapkan Hari Ayah jika belum ada di Indonesia.

    Setelah melalui proses kajian, PPIP menggelar deklarasi Hari Ayah Indonesia pada 12 November, sekaligus sebagai Hari Ayah Nasional. Dari deklarasi tersebut digabung dengan Hari Kesehatan dengan semboyan, “Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya”.

    Pada hari yang sama, deklarasi Hari Ayah juga dilakukan di Maumere, Flores, NTT. Dalam deklarasi itu diluncurkan buku ‘Kenangan untuk Ayah’ yang berisi 100 surat anak Nusantara yang diseleksi dari Sayembara Menulis Surat untuk Ayah.

    Seusai deklarasi, panitia mengirimkan buku tersebut dan piagam deklarasi Hari Ayah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta bupati di 4 penjuru Indonesia yakni Sabang, Merauke, Sangir Talaud dan Pulau Rote. Setelah itu setiap tanggal 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah Nasional.

    Sejarah Hari Ayah berbeda dengan Father's Day, yang mulai dirayakan di Amerika Serikat pada awal abad ke-20 untuk melengkapi Hari Ibu. Father's Day diawali di Spokane, Washington di YMCA pada tahun 1910 oleh Sonora Smart Dodd.

    Perayaan pertamanya di Spokane YMCA pada 19 Juni 1910.  Sonora ingin menghormati ayahnya, veteran Perang Sipil William Jackson Smart, yang orang tua tunggal dan  membesarkan keenam anaknya di sana.

    Setelah mendengar khotbah tentang Hari Ibu Anna Jarvis di Gereja Episkopal Metodis Sentral pada tahun 1909, ia memberi tahu pendetanya bahwa para ayah harus memiliki liburan yang sama untuk menghormati mereka. 

    Meskipun ia awalnya menyarankan 5 Juni, ulang tahun ayahnya, para pendeta tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan khotbah mereka, dan perayaan Father's Day itu ditunda hingga hari Minggu ketiga Juni. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.