Setelah Transit Merkurius, Ada Gerhana Matahari Cincin

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Efek cincin saat berakhirnya gerhana matahari total do Madras, Oregon, 21 Agustus 2017.   Courtesy Aubrey Gemignani/NASA/Handout via REUTERS

    Efek cincin saat berakhirnya gerhana matahari total do Madras, Oregon, 21 Agustus 2017. Courtesy Aubrey Gemignani/NASA/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah mengikuti peristiwa astronomi langka Transit Merkurius pada Senin malam, 11 November 2019, kita bakal menikmati atraksi fenomenal lainnya yaitu gerhana matahari cincin pada 26 Desember 2019.

    Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto, mengatakan gerhana matahari cincin bisa disaksikan antara lain di Siak (Riau), Singkawang (Kalimantan Barat).

    Tidak semua wilayah di Indonesia dilintasi gerhana matahari cincin. Kota-kota di Sumatera Utara dan Riau yang akan dilintasi gerhana itu antara lain Siak, Sibolga, Padang Sidempuan, Duri, Tanjung Balai Karimun, Batam, Tanjung Pinang, kata Rhohrom, Selasa, 12 November 2019.

    Gerhana matahari cincin juga akan melewati daerah-daerah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara seperti Singkawang, Pemangkat, Sambas, Entikong, Tanjung Selor, dan Derawan.

    Puncak gerhana matahari cincin akan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, sedangkan di Wilayah Indonesia Tengah (WITA) akan terjadi sekitar pukul 14.00 WITA. Hanya 93-94 persen bagian Matahari yang tertutup Bulan, sehingga cahaya berpendar dari piringan Matahari terlihat menyerupai cincin.

    Berbeda dengan puncak gerhana matahari total yang dapat dilihat dengan mata telanjang, maka proses hingga puncak gerhana matahari cincin tidak dapat disaksikan dengan mata telanjang karena dapat merusak mata. Karenanya, masyarakat dilarang menyaksikan gerhana matahari cincin tersebut secara langsung tanpa kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.