Guru Besar IPB Bambang Hero Raih John Maddox Prize 2019

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Profesor Dr. Ir. Bambang Hero Saharjo. Tempo/M Sidik Permana

    Profesor Dr. Ir. Bambang Hero Saharjo. Tempo/M Sidik Permana

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Bambang Hero Saharjo mendapat anugerah sains John Maddox Prize 2019 di London, Inggris, karena kegigihan menggunakan data penelitian untuk melawan pandangan salah terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Profesor Bambang Hero mendapatkan penghargaan itu menyisihkan 206 calon lain yang berasal dari 38 negara. Dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh ilmuwan Inggris yang dihimpun organisasi nirlaba Sense About Science memilih ahli karhutla itu karena menggunakan fakta ilmiah di ruang pengadilan untuk menunjukkan kebenaran.

    "Saya hampir tidak percaya menerima award tersebut di London karena seperti mimpi dan tidak pernah berpikir untuk menerima award tersebut. Alhamdulillah, juri dan timnya termasuk dari Nature Journal melihat konsistensi saya yang hampir 20 tahun menggunakan bukti ilmiah," ujar guru besar Fakultas Kehutanan IPB itu kepada Antara, 13 November 2019.

    Menurut Bambang, pemberian anugerah itu menunjukkan peran besar ilmu pengetahuan untuk mengungkap fakta dan apa yang dia lakukan memulihkan hak publik untuk mendapatkan hak konstitusi atas lingkungan yang lebih baik.

    Dalam mendapatkan hal itu, bisa digunakan melalui instrumen hukum yang bersandar pada bukti ilmiah seperti yang selama ini dia lakukan, menurut Prof. Bambang.

    "Dengan adanya prize tersebut akan menjadi dorongan yang luar biasa bagi saya untuk terus maju dan merupakan bukti nyata bahwa selama kita tetap konsisten menggunakan sains secara benar maka dukungan itu akan datang dari manapun dan saat ini saya terima dari Inggris," ujar dia.

    Pencalonan Bambang Hero untuk mendapatkan John Maddox Prize 2019 dilakukan oleh seorang profesor dari Universitas Leicester Inggris yang melihat riset dan perjuangan guru besar IPB itu perlu mendapatkan apresiasi tinggi dan pengakuan ilmuwan lainnya dan dunia internasional, menurut pesan rilis dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London E. Aminudin Aziz yang menyaksikan pemberian anugerah tersebut.

    Pengumuman dan penganugerahan dilakukan di Wellcome Collection, Euston, London oleh anak perempuan John Maddox, yakni Robyn Maddox, dengan pengantar dari editor majalah ilmiah terkemuka Nature dan dihadiri oleh tidak kurang dari 100-an ilmuwan Inggris terkemuka. "Selamat untuk Pak Bambang. Selamat untuk IPB. Selamat untuk Ilmuwan Indonesia," tulis E. Aminudin Aziz menutup rilis pesan tersebut.

    Anugerah John Maddox Prize telah diberikan selama delapan tahun terakhir kepada para ilmuwan yang gigih mempertahankan pendapatnya berdasarkan fakta ilmiah yang diperolehnya berdasarkan penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.