Rilis Tanpa Layanan Google, Ini Cara Huawei Kenalkan Mate 30 Pro

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peraga memamerkan Huawei Mate 30 Pro dalam peluncuran di Jakarta, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Khory

    Peraga memamerkan Huawei Mate 30 Pro dalam peluncuran di Jakarta, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputy Country Director Huawei Consumer Business Group Indonesia Lo Khing Seng menjelaskan strategi Huawei untuk memasarkan smartphone terbarunya di Indonesia Huawei Mate 30 Pro. Ponsel terbaru itu hadir tanpa Google Mobile Service dan tidak bisa mengakses aplikasi Google apapun.

    "Kita akan ngomong jujur ke konsumen bahwa Huawei ada di kondisi seperti ini. Solusi sementara apa yang bisa kita berikan sebenarnya ada, misalnya WhatsApp oke bisa," ujar Khing Seng di Jakarta, Kamis, 14 November 2019.

    Huawei Mate 30 Pro akan mulai preorder pada 15-22 November 2019 dengan harga Rp 12,499 juta. Selama masa preorder, konsumen akan mendapatkan Huawei Freelace dan Huawei Silicon Case seharga Rp 1,3 juta.

    Huawei juga memberikan tambahan 1 tahun garansi dan layar mendapatkan garansi 3 bulan senilai Rp 600 ribu, serta menyediakan fasilitas trade in dengan tambahan nilai Rp 1 juta untuk ponsel yang ditukarkan, dan ada juga Huawei Cupon Rp 300 ribu.

    "Kemudian aplikasi ojek online juga ada beberapa yang sudah jalan tapi memang belum sempurna, mapnya masih gelap. Tapi dalam waktu cepat kita akan meng-uptodate hal tersebut," tutur Khing Seng. "Perubahan yang tiba-tiba ini memang hal yang harus kita antisipasi dengan persiapan yang lebih berat."

    Huawei Mate 30 Pro memiliki layar OLED Flex berukuran 6,53 inci dengan resolusi 2400 x 1176 dan rasio aspek 18,4: 9. Di bagian belakang, Mate 30 Pro mengusung quad camera system dengan 40MP Cine Camera, 40MP SuperSensing Camera, 8MP Telephoto Camera, dan satu 3D Depth Sensing Camera.

    "Kita kerja keras untuk bagaimana bisa berkolaborasi mengajak apps lokal di Indonesia mau segera beradaptasi. Nah tapi saya rasa 80-90 persen itu ada alternatif, mungkin itu ada hal-hal yang menggantikan kebiasaan dan digantikan dengan yang lain, itu memang tidak gampang," kata Khing Seng.

    Khing melanjutkan, saat konsumen membeli Huawei Mate 30 Pro, Huawei akan membuka kondisi smartphone itu apa adanya, supaya konsumen tahu. Jadi Huawei tidak hanya menawarkan ponsel untuk dibeli.

    "Karena memang Huawei Mate 30 Pro memiliki teknologi yang bagus beritanya, tapi untuk isu dengan Google kita mau membuka secara transparan sampai di mana kita sudah beradaptasi, apa yang bisa, apa yang enggak, kita mau terbuka," ujar Khing Seng. "Kita enggak mau membuat konsumen sudah beli malah menyesal, kita menghindari itu."

    Huawei Mate 30 Pro disenjatai dengan chip Kirin 990, kapasitas RAM 8 GB dan memori internal 256 GB. Smartphone ini juga sudah mendapatkan sertifikasi IP68 yang membuat ponsel tahan percikan air dan debu. Di Indonesia, smartphone ini hadir dengan warna space silver.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.