Arkeolog Peru Temukan Kuil Megalitik Berusia 3000 Tahun

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuil dari zaman megalitik ditemukan di Huaca El Toro, di wilayah Lambayeque Peru oleh tim yang dipimpin Walter Alva, Oktober 2019. (larepublica.pe)

    Kuil dari zaman megalitik ditemukan di Huaca El Toro, di wilayah Lambayeque Peru oleh tim yang dipimpin Walter Alva, Oktober 2019. (larepublica.pe)

    TEMPO.CO, JakartaArkeolog berhasil menemukan sebuah kuil dari zaman megalitik berusia 3000 tahun yang digunakan untuk ritual kesuburan di Peru. Monumen keagamaan itu panjangnya lebih dari 40 meter dan terletak di mata air sungai Lembah Zana sekitar 800 km dari Lima, ibu kota Peru. 

    Struktur megalit ditemukan di situs Huaca El Toro di wilayah Lambayeque Peru oleh tim yang dipimpin Walter Alva, arkeolog yang menemukan makam Dewa Sipan pada tahun 1987. Kuil masih menampilkan sisa-sisa balok batu besar dan tangga panjang. 

    "Penemuan ini unik karena merupakan satu-satunya arsitektur megalitik di Lambayeque," kata Alva, dikutip laman Daily Mail, Kamis, 14 November 2019

    Di dalam kuil, arkeolog menemukan sebuah kotak dengan altear yang kemungkinan digunakan untuk ritual kesuburan dengan air yang diambil dari sungai Lembah Zaba. Situs ditemukan pada Oktober 2019, tapi berita tentang penemuannya tertunda untuk mengurangi risiko pemburu harta karun mengambil artefak yang belum diamankan. 

    Peneliti mengklaim kuil itu berasal dari masa ketika air dianggap suci dan digunakan dalam sejumlah ritual dan praktik keagamaan. Peneliti juga dapat menentukan bahwa candi ini digunakan sekte penyembah air.

    Alva mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi kolom melingkar, di mana bukti sedimentasi hujan dan ritual ditemukan. "Kuil ini menghadap gunung. Tempat ini benar-benar seremonial karena ada tanda-tanda bekas api. Ritual itu dilakukan untuk kesuburan," katanya. 

    Arkeolog  Walter Alva, menunjukkan temuan di situs megalitik di Huaca El Toro di wilayah Lambayeque Peru. (andina.pe)

    Dinding yang menakjubkan mengelilingi monumen dan ada tangga pusat dengan lebar hampir 10 meter dan panjang 15 meter. Tim Peru juga menemukan 21 makam di situs kuil yang diperkirakan berasal dari sekitar 1.500 SM hingga 292 Masehi.

    Di dalam makam mereka menemukan potongan-potongan keramik dan benda-benda logam seperti pisau yang diletakkan di sebelah kuburan. "Kemungkinan makam itu digunakan kembali karena 20 situs pemakaman berasal dari budaya Inca Chimu yang  berasal dari sekitar tahun 1000 hingga 1470.

    Ini bukan penemuan besar pertama yang dibuat oleh Walter Alva dan timnya.  Mereka  juga menemukan makam Dewa Sipan pada 1987. Sipan adalah penguasa budaya Mochica dan jasadnya ditemukan utuh di Peru Utara. 

    Pada 2007, arkeolog ini menemukan sejumlah mural berusia 4.000 tahun di Peru. Gambar berupa rusa yang tertangkap di jaring dan dianggap sebagai mural tertua di Amerika. 

    DAILY MAIL | ANDINA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.