BMKG Catat 74 Gempa Susulan Setelah Gempa M 7,1 Maluku Utara

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gempa bumi mengguncang Maluku Utara dengan Magnitudo 7,4 pada Kamis malam, 14 November 2019. Foto: BMKG

    Gempa bumi mengguncang Maluku Utara dengan Magnitudo 7,4 pada Kamis malam, 14 November 2019. Foto: BMKG

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga pukul 06.59 WIB telah terjadi 74 aktivitas gempa susulan di Laut Maluku Utara (Malut) setelah gempa magnitudo 7,1 mengguncang Jailolo, Maluku Utara pada Kamis, 14 November 2019, pukul 23.17 WIB.

    "Hingga pagi ini pukul 06.59 WIB telah terjadi 74 aktivitas gempa susulan (aftershocks) di Laut Maluku utara pasca gempa utama M 7.1," tulis Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami (BMKG) Daryono di Twitter lewat akun @DaryonoBMKG pada Jumat pagi.

    BMKG juga mencatat beberapa kali gempa susulan terjadi setelah gempa utama masing-masing terjadi pada pukul 00.66 WIB pada Jumat dengan titik 128 Barat Laut Jailolo di kedalaman 10 kilometer yang tidak berpotensi tsunami, menurut rilis dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo pada Jumat pagi.

    Gempa kedua tercatat dengan kekuatan magnitudo 5,9 pada pukul 01.45 WIB pada Jumat yang berada 127 km barat laut Jailolo di kedalaman 10 km. Gempa susulan kedua ini juga tidak berpotensi tsunami meski guncangannya dirasakan di Ternate, Manado dan Bitung.

    Sebelumnya BMKG telah mencabut status peringatan dini tsunami pada pukul 01.45 WIB setelah gempa magnitudo 7,1 dan juga memutakhirkan laporan gelombang tsunami dengan ketinggian masing-masing 0,6 meter di Ternate (23.43 WIB), 0,9 meter di Jailolo (23.43) dan 0,10 meter di Bitung (00.08 WIB).

    "Sementara ini belum adanya laporan kerusakan infrastruktur ataupun jatuhnya korban jiwa. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI/Polri sedang berupaya melalukan kaji cepat terkait pascagempa tersebut," ujar Agus.

    BNPB meminta Warga sekitar lokasi yang terdampak guncangan untuk tidak panik dan terpengaruh kabar tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan dan memakai informasi resmi bersumber dari instansi terkait seperti BMKG, BNPB, BPBD, Dinas Provinsi dan pihak berwajib lainnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.