13 Pekerja Migran di SIngapura Wisuda Universitas Terbuka

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 13 pekerja migran Indinesia di Singapura berhasil lulus S-1 Universitas Terbuka dan mengikuti wisuda di Jakarta, 13 November 2019. (KBRI SIngapura)

    Sebanyak 13 pekerja migran Indinesia di Singapura berhasil lulus S-1 Universitas Terbuka dan mengikuti wisuda di Jakarta, 13 November 2019. (KBRI SIngapura)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 13 pekerja migran Indonesia di Singapura mengikuti wisuda sarjana Universitas Terbuka (UT) di Jakarta, pada 12 November 2019.

    Dalam siaran persnya, KBRI di Singapura menyatakan, para wisudawan merupakan anggota Kelompok Belajar yang dibuka UT di Sekolah Indonesia Singapura Ltd (SIS) mulai tahun 2009. 

    "Sebagai bagian dari beyond protection, KBRI Singapura bekerja sama dengan Universitas Terbuka menyelenggarakan pendidikan Strata 1 untuk pekerja migran di Singapura sejak tahun 2005," demikian KBRI menyatakan.

    Melalui UPBJJ UT Batam, Universitas Terbuka membuka Kelompok Belajar (Pokjar) yang dilakukan di Sekolah Indonesia Singapura Ltd (SIS) mulai tahun 2009.

    Meski kuliah di tengah kesibukan sebagai pekerja, mahasiswa UT tersebut berhasil menyelesaikan kuliahnya. Bahkan salah satu wisudawan meraih nilai IPK 3.32.

    Dubes RI Singapura, Ngurah Swajaya, menjelaskan bahwa mahasiswa UT Pokjar Singapura memiliki semangat belajar luar biasa, di tengah-tengah kesibukan bekerja mereka. "Beberapa rekan mereka bahkan sudah menyelesaikan program Strata 2,” kata Ngurah Swajaya.

    KBRI Singapura memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas SDM pekerja migran melalui berbagai kegiatan pelatihan, termasuk kuliah di UT sehingga diharapkan mereka memiliki ketrampilan tambahan yang bisa meningkatkan kesejahteraan mereka ketika selesai bekerja di Singapura.

    Sejak 2005, mahasiswa yang tercatat di UT Pokjar Singapura sebanyak 2.825 orang. Sampai dengan 2019, jumlah mahasiswa UT di Singapura yang telah lulus berjumlah 157 orang dengan rincian 153 orang lulus sarjana dan 4 orang lulusan pascasarjana.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.