TikTok Capai 1,5 Miliar Unduhan, Peringkat 3 Global

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi TikTok. REUTERS/Danish Siddiqui/Illustration

    Aplikasi TikTok. REUTERS/Danish Siddiqui/Illustration

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut laporan baru dari SensorTower analytics, TikTok telah melampaui angka 1,5 miliar unduhan dan mengklaim tempat ketiga dalam kategori non-game yang paling banyak diunduh untuk 2019.

    Mengutip laman GSM Arena, Senin, 18 November 2019, media sosial asal Cina itu berhasil menembus hegemoni Facebook di tangga aplikasi teratas di App Store dan Google Play. Aplikasi itu mengekor WhatsApp dan Messenger, melampaui aplikasi lama seperti Facebook dan Instagram.

    Unduhan global TikTok. Kredit: Sensor Tower

    TikTok diluncurkan tiga tahun lalu, pada 2016. Data menunjukkan bahwa pada kuartal ketiga 2019 saja, aplikasi itu mengelola gabungan 176,5 juta unduhan di Android dan iOS yang tidak memperhitungkan unduhan dari pihak ketiga, toko aplikasi di Cina di mana TikTok sangat populer.

    Aplikasi ini memecahkan angka unduhan 1 miliar pada Februari 2019 dan berhasil tumbuh sebanyak 500 juta dalam waktu sekitar 7 bulan setelah itu. Pada basis per negara, India adalah pemimpin dalam hal pengunduhan total untuk 2019 dengan perkiraan 466,8 juta aktivasi di iOS dan Android.

    Sementara Cina adalah pendorong pertumbuhan utama lainnya dengan perkiraan 173,2 juta unduhan, sedangkan AS berada di tempat ketiga dengan sekitar 123,8 juta.

    Belanja dalam aplikasi juga meningkat karena mencapai US$ 115,3 juta setara Rp 1,6 triliun selama 2019. Pengguna Cina telah menyumbang sekitar US$ 84,5 juta setara Rp 1,2 juta atau mendekati 50 persen dari total belanja. AS dengan US$ 62,4 juta setara Rp 880 miliar dan Inggris dengan US$ 6,9 juta setara Rp 97 miliar melengkapi grafik tiga besar.

    SENSOR TOWER | GSMARENA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.