Bertambah Dua, Universitas Indonesia Memiliki 294 Guru Besar

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prof. Dr. Achmad Nizar Hidayanto, S.Kom, M.Kom dan Prof. Yudho Giri Sucahyo, M.Kom, Ph.D, dikukuhkan menjadi Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer di Balai Sidang UI, Kampus Depok, Rabu 20 November 2019. TEMPO/Ade Ridwan

    Prof. Dr. Achmad Nizar Hidayanto, S.Kom, M.Kom dan Prof. Yudho Giri Sucahyo, M.Kom, Ph.D, dikukuhkan menjadi Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer di Balai Sidang UI, Kampus Depok, Rabu 20 November 2019. TEMPO/Ade Ridwan

    TEMPO.CO, Depok – Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis mengukuhkan dua guru besar Fakultas Ilmu Komputer, yakni Prof. Dr. Achmad Nizar Hidayanto, S.Kom, M.Kom dan Prof. Yudho Giri Sucahyo, M.Kom, Ph.D, di Balai Sidang UI, Kampus Depok, Rabu 20 November 2019

    “Ini merupakan pengukuhan ke-27 guru besar di Universitas Indonesia sepanjang tahun 2019, dan hingga tahun 2019 ini Universitas Indonesia telah memiliki 294 guru besar,” kata Anis saat memimpin upacara pengukuhan, Rabu 20 November 2019.

    Anis menambahkan, dengan dikukuhkannya dua guru besar ini, total guru besar di Fakultas Ilmu Komputer UI sebanyak tujuh orang. “Selamat saudara telah dikukuhkan sebagai guru besar,” kata Anis.

    Anis mengatakan pengukuhan dua guru besar ini merupakan kegiatan terakhirnya sebagai rektor. “Hari ini sangat istimewa karena hari terakhir saya memimpin sidang pengukuhan guru besar, secara 12 hari lagi akan ada yang menggantikan,” kata Anis.

    Anis pun mengatakan ia mengaku gembira memimpin upacara pengukuhan guru besar di akhir masa jabatannya. “Pada hari ini agak gembira saya membacanya karena sudah mendekati angka yang ditargetkan. Saat ini jumlah guru besar UI sebanyak 294 dan masih menunggu dikukuhkan beberapa lagi, hingga pada akhir tahun ini bisa 300 guru besar,” kata Anis.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.