Nadiem ke Google dan Startup: Jangan Malu Minta ke Pemerintah

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendikbud Nadiem Makarim dalam acara Google for Indonesia di Jakata, Rabu, 20 November 2019. (Tempo/Khory)

    Mendikbud Nadiem Makarim dalam acara Google for Indonesia di Jakata, Rabu, 20 November 2019. (Tempo/Khory)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meminta kepada Google, unicorn, dan tech startup untuk mengubah paradigma terhadap pemerintah Indonesia. Dalam sambutan di acara Google for Indonesia, Nadiem menyampaikan agar mereka tidak malu meminta sesuatu ke pemerintah.

    “Mohon sekali, langsung saja meminta, ini loh yang kita butuhkan. Mohon paradigmanya diubah jangan segan-segan, jangan malu-malu sama pemerintah untuk meminta apa yang sebenarnya dibutuhkan,” ujar Nadiem di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta Selatan, Rabu, 20 November 2019.

    Nadiem memberikan contoh di kementerian yang dia pimpin. Pendiri Gojek itu akan mengubah paradigma bahwa pemerintah bukan hanya sebatas regulator tapi masuk dalam ekosistem. Baik di dunia pendidikan ataupun dunia teknologi, menurut Nadiem, tidak ada bedanya.

    “Organisasi yang paling efektif adalah organisasi yang bisa berinovasi secara otonom, dia bisa dengan sendirinya menciptakan satu karya pembaruan untuk melakukan tugas-tugas yang kompleks,” kata Nadiem. “Kalau bapak atau ibu berfikir kalau teknologi itu kompleks, bayangkan pendidikan seorang murid dari PAUD sampai 21 tahun, engga ada tugas, enggak ada problem definition, karena enggak ada engineering yang lebih rumit dari pada enginering manusia,” katanya.

    Karena kompleksitasnya tinggi, Nadiem melanjutkan, level inovasi korelasinya sangat eksponensial. Sehingga, semakin komplek suatu tugas, semakin penting inovasi di dalam suatu organisasi. Jadi, Nadiem berujar, potensi organisasi untuk berkolaborasi dan berinovasi itu yang terpenting maju ke depan.

    “Karena terus terang, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, yang penting adalah kemampuan adaptasi bangsa kita untuk bisa menghadapi dengan karakter yang kuat, dengan keberanian yang tinggi dan rasa ingin tahu yang tinggi, saya rasa dengan kejujuran,” tutur Nadiem.

    Dalam acara Google for Indonesia yang keempat, Google meluncurkan berbagai program pelatihan developer bersama dengan unicorn lokal. Google secara resmi meluncurkan Bangkit, program pelatihan dan pendidikan selektif bagi para developer selama enam bulan.

    Google mendesain Bangkit bersama Gojek, Tokopedia, dan Traveloka untuk melatih 300 developer yang berkualifikasi tinggi dengan keahlian machine learning hingga 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.