Peneliti Ungkap Cara Peretas Bajak Kamera Ponsel Android

Reporter

Editor

Erwin Prima

Peneliti ungkap cara peretas bajak kamera ponsel Android. Kredit: YouTube/Checkmarx

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti keamaanan mengungkap bahwa ponsel Pixel dan Galaxy mengalami masalah keamanan parah yang bisa memungkinkan peretas mengakses semua foto dan video pada perangkat tanpa sepengetahuan pengguna, sebagaimana dilaporkan situs BGR, 20 November 2019.

Selain itu, peretas dapat mengaktifkan kamera secara real-time untuk mengekstrak informasi seperti lokasi pengguna, atau merekam panggilan suara. "Masalah keamanan itu jauh lebih luas daripada telepon Google dan Samsung," Google menjelaskan.

Sementara tambalan Google Camera dikeluarkan untuk mengurangi masalah itu, tidak jelas apakah kerentanan yang ditemukan dapat digunakan untuk menargetkan perangkat Android lainnya.

Dalam sebuah posting blog di CheckMarx, para peneliti keamanan menjelaskan bagaimana mereka dapat melewati batasan yang ada pada ponsel Android dan mengakses informasi yang seharusnya tidak tersedia bagi siapa pun.

Para peretas menggunakan aplikasi Android jahat yang terhubung ke pusat komando dan kontrol yang mereka buat untuk menunjukkan kerentanan dan mengekstrak data dari ponsel yang ditargetkan. Agar berhasil, peretasan mengharuskan pengguna untuk menginstal aplikasi jahat terlebih dahulu, yang bisa mengakses semua foto dan video dari suatu perangkat.

Dengan meminta izin penyimpanan saja, aplikasi jahat akan dapat mengakses semua konten pengguna pada kartu microSD, di mana foto dan video akan ditempatkan di beberapa ponsel. Data GPS dapat dengan mudah diekstraksi dari gambar jika fitur ini diaktifkan di aplikasi kamera.

Selain itu, para peneliti mendemonstrasikan serangan di mana mereka dapat mendeteksi panggilan, dengan melihat aktivitas sensor jarak ponsel, dan kemudian mulai merekam video yang dapat menyertakan audio dari kedua sisi percakapan.

Ketika diberitahukan, Google mengatakan kerentanan itu tidak spesifik untuk produk Pixel, dan dampaknya "jauh lebih besar dan meluas ke ekosistem Android yang lebih luas." Samsung juga mengakui masalah tersebut.

Aplikasi Google Camera ditambal pada bulan Juli, setelah Google diberi tahu, dan tambalan itu dibuat tersedia untuk semua mitra. Menurut timeline CheckMarx, beberapa vendor ponsel pintar dihubungi tentang masalah ini. Samsung mengkonfirmasi temuan itu sendiri.

Namun, apa yang tidak bisa dikatakan para peneliti adalah apakah ada orang lain yang menyalahgunakan Android di masa lalu untuk memata-matai orang-orang tertentu. Belum lagi mungkin ada jutaan perangkat yang berisiko, dengan asumsi para peretas benar-benar berusaha untuk menciptakan kembali serangan khusus ini.

BGR | CHECKMARX






Peretas Jebol Aplikasi Covid Shanghai, 48 Juta Data Pribadi Dijual 4 Ribu Dolar

11 jam lalu

Peretas Jebol Aplikasi Covid Shanghai, 48 Juta Data Pribadi Dijual 4 Ribu Dolar

Seorang peretas mengklaim telah memperoleh data pribadi 48,5 juta pengguna aplikasi seluler kode kesehatan Covid yang dijalankan oleh kota Shanghai.


Begini Cara Mengirim Pesan Teks di Whatsapp Tanpa Mengetik

1 hari lalu

Begini Cara Mengirim Pesan Teks di Whatsapp Tanpa Mengetik

Mengirim pesan teks di WhatsApp tanpa mengetik memungkinkan dilakukan melalui cara berikut ini.


Lenovo Legion Y70 dengan Snapdragon 8+ Gen 1 Akan Dirilis 18 Agustus

1 hari lalu

Lenovo Legion Y70 dengan Snapdragon 8+ Gen 1 Akan Dirilis 18 Agustus

Lenovo Legion Y70 akan diluncurkan 18 Agustus


OPPO Luncurkan ColorOS 13 pada 18 Agustus, Berbasis Android 13

2 hari lalu

OPPO Luncurkan ColorOS 13 pada 18 Agustus, Berbasis Android 13

OPPO telah bekerja sama dengan Android untuk memberikan pengalaman sistem operasi terbaik pada ColorOS.


Cara Reset Setelan Pabrik pada iPhone, Begini Langkahnya

4 hari lalu

Cara Reset Setelan Pabrik pada iPhone, Begini Langkahnya

Untuk melakukan reset setelan pabrik atau factory reset di iPhone lakukan langkah-langkah berikut ini.


Peneliti BRIN Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Bibit Siklon dan Mesovorteks

8 hari lalu

Peneliti BRIN Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Bibit Siklon dan Mesovorteks

Peningkatan cuaca ekstrem berpotensi di sebagian besar Sumatra, Bangka Belitung, sebagian Kalimantan, dan Jawa bagian barat.


Rilis Agustus, Inilah Desain Kamera OPPO Reno8

9 hari lalu

Rilis Agustus, Inilah Desain Kamera OPPO Reno8

Desain modul kamera dengan kaca tunggal OPPO Reno8 pertama kali diterapkan pada perangkat OPPO Find X3 Pro.


10 Tahun Google Play: WhatsApp dan Gojek Jadi Aplikasi Terpopuler di Indonesia

9 hari lalu

10 Tahun Google Play: WhatsApp dan Gojek Jadi Aplikasi Terpopuler di Indonesia

Laporan Google Play Store menyebut Gojek menjadi aplikasi layanan on-demand paling populer dengan total unduhan mencapai lebih dari 100 juta.


Mikroplastik dari Masker di Muara Sungai Menuju Teluk Jakarta Meningkat Tajam

9 hari lalu

Mikroplastik dari Masker di Muara Sungai Menuju Teluk Jakarta Meningkat Tajam

Terdapat peningkatan mikroplastik bentuk benang yang terindikasi memiliki bentuk asal dan jenis komposisi kimia yang sama dengan masker medis.


Samsung Galaxy S23 Ultra Bakal Miliki Kamera 200MP dengan Sensor Baru

9 hari lalu

Samsung Galaxy S23 Ultra Bakal Miliki Kamera 200MP dengan Sensor Baru

Sensor Samsung Galaxy S23 Ultra 200MP adalah ISOCELL HP2 yang belum pernah dirilis.