Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Sindiran Mahasiswi UNS, Makhluk Mars

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tangkapan layar status di Whatsapp milik mahasiswi UNS, Galuh Fadwa beredar di media sosial. Mahasiswi itu dipanggil pihak kampus lantaran mengkritik tugas kuliah yang masih harus ditulis tangan, Kamis, 21 November 2019. (Tempo/Achmad Rafiq)

    Tangkapan layar status di Whatsapp milik mahasiswi UNS, Galuh Fadwa beredar di media sosial. Mahasiswi itu dipanggil pihak kampus lantaran mengkritik tugas kuliah yang masih harus ditulis tangan, Kamis, 21 November 2019. (Tempo/Achmad Rafiq)

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang sindiran mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Mahasiswi Fakultas Pertanian UNS Solo, Galuh Fadwa dipanggil pihak dekanat lantaran membuat meme yang diposting sebagai status di akun Whatsapp.

    Top tiga tekno lainnya adalah tim Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), yang memeriksa komponen dan peralatan helikopter Gardes JN 77 GM rakitan Jujun Junaedi warga Kampung Cibubuay,  Kabupaten Sukabumi, menyatakan, pesawat swayasa itu belum laik uji terbang.

    Juga, profesor entomologi Universitas Ohio William S. Romoser mengklaim ada makhluk hidup mirip serangga di Mars.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Sindir Tugas Harus Tulis Tangan Pakai Meme, Mahasiswi UNS Ditegur

    Seorang mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Galuh Fadwa dipanggil pihak dekanat lantaran membuat meme yang diposting sebagai status di akun Whatsapp. Dalam postingan itu, dia mengkritik tugas laporan praktikum (laprak) yang harus dikerjakan dengan tulis tangan.

    Meme serta surat pemanggilan dari dekanat tersebut beredar di media sosial. "Memang benar kami memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi," kata Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian UNS, Agung Wibowo, Kamis, 21 November 2019.

    Dalam meme bergambar adegan dalam film Joker tersebut, Galuh menyebut bahwa saat ini dunia telah memasuki era revolusi industri 4.0, termasuk Indonesia. "Mahasiswa yang laprak masih disuruh tulis tangan. Namanya juga FP (Fakultas Primitive). Agaknya tidak mengenal 4.0," tulisnya sambil memberikan emoji bergambar dinosaurus.

    2. Lapan Periksa Helikopter Rakitan Pemuda Sukabumi, Ini Hasilnya

    Tim Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), yang memeriksa komponen dan peralatan helikopter Gardes JN 77 GM rakitan Jujun Junaedi warga Kampung Cibubuay,  Kabupaten Sukabumi, menyatakan, pesawat swayasa itu belum laik uji terbang.

    Peneliti Lapan, Teuku Mohd Ichwanul Hakim mengatakan, komponen helikopter rakitan tersebut sudah lengkap. Namun secara teknis, helikopter itu belum layak diuji terbang karena butuh disempurnakan lagi terutama pada bagian baling-baling. 

    "Jadi untuk saat ini kalau kelengkapannya, sebagai besar sudah lengkap. Tapi kalau secara teknis sampai uji terbang untuk saat ini belum, karena pada saat helikopter terbang banyak kondisi yang harus dipenuhi terutama terkait dengan keamanan," ujar Hakim.

    3. Ahli Entomologi Mengklaim Ada Makhluk Mirip Serangga di Mars

    Profesor entomologi Universitas Ohio William S. Romoser mengklaim ada makhluk hidup mirip serangga di Mars. Romoser memiliki pengalaman 45 tahun mempelajari serangga, juga menghabiskan waktu bertahun-tahun menganalisis foto-foto NASA tentang dunia Mars.

    Dia mengklaim ada banyak contoh bentuk mirip serangga dalam gambar yang diambil lembaga antariksa Amerika Serikat itu. Romoser meyakini bahwa gambar tersebut menunjukkan kerangka dan persendian dari makhluk hidup, dan merupakan bukti untuk mengidentifikasi organisme ini seperti serangga. 

    "Masih ada kehidupan di Mars," kata Romoser, seperti dikutip Daily Mail, 19 November 2019. “Dalam beberapa gambar, spesimen tampaknya telah berubah ke arah kamera.”

    Selain tiga berita terpopuler hari ini, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.