Lama Disimpan, Gambar 3D Patung Ratu Nefertiti Dipublikasikan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wajah Ratu Nefertiti, ibu dari Raja Tutankhamun (Firaun), telah dihidupkan kembali menggunakan teknologi pencitraan 3D terbaru. Kredit: Travel Channel/Daily Mail

    Wajah Ratu Nefertiti, ibu dari Raja Tutankhamun (Firaun), telah dihidupkan kembali menggunakan teknologi pencitraan 3D terbaru. Kredit: Travel Channel/Daily Mail

    TEMPO.CO, Jakarta - Museum Berlin akhirnya merilis pemindaian 3D patung Ratu Mesir kuno Nefertiti berusia 3.000 tahun, setelah selama 3 tahun didesak oleh seniman multimedia digital Cosmo Wenman. Sebelumnya museum Jerman memindai patung tersebut, dan file-file digitalnya dijaga seperti artefak ikoniknya.

    Namun, Wenman kemudian mempublikasikan file itu di Thingiverse, situs untuk melihat dan mencetak objek-objek 3D. Patung itu memperlihatkan wajah Nefertiti yang mencolok. Dia hidup dari tahun 1370 hingga 1336 SM dan merupakan istri Firaun Akhenaten.

    Menurut deskripsi di situs web museum, patung itu diukir di batu kapur oleh pematung Thutmos pada 1340 SM. Patung menunjukkan sang ratu sebagai wanita dewasa dengan kecantikan sempurna, demikian Live Science, 25 November 2019.

     

    Para arkeolog menggali artefak itu di Amarna, Mesir, pada 1912. Patung ini telah berada dalam koleksi Museum Mesir Berlin sejak 1920. Museum sering memindai dan memodelkan objek penting 3D agar lebih mudah diakses. Tidak seperti artefak yang rapuh, model beresolusi tinggi dapat dengan aman dan mudah dimanipulasi dalam tiga dimensi, bahkan hingga mengungkap detail terkecil.

    Museum sebenarnya sudah melakukan pemindaian 3D pada 2016. Namun file tersebut disimpan. Tak mudah bagi Wenman mendapat izin untuk melihat file Nefertiti, meski ada undang-undang kebebasan informasi Jerman, yang memungkinkan siapa saja untuk mendapatkan salinan catatan resmi (termasuk media digital) yang dibuat oleh agen-agen federal. 

    Yayasan Warisan Budaya Prusia organisasi pengawas museum negara di Berlin, awalnya menolak permintaan Wenman. "Perwakilan menyatakan bahwa melepaskan pemindaian akan mengganggu penjualan replika patung Nefertiti di toko suvenir museum," kata Wenman. "Akhirnya, agensi mengabulkan permintaannya, mengirimnya drive USB dengan file-file itu."

    Terlebih lagi, museum sebenarnya menandai bagian bawah model 3D dengan lisensi Creative Commons, secara efektif menjadikannya gratis bagi siapa saja untuk menyalin, mengadaptasi, atau mentransformasikan untuk penggunaan nonkomersial, selama sumber aslinya diakui.

    Pemindaian Nefertiti 3D telah lolos dari limbo digitalnya, karya seni rupa lainnya tidak seberuntung itu. Wenman saat ini mencari akses ke pemindaian 3D The Thinker, karya Auguste Rodin. Museum Rodin di Paris menolak untuk memberikan salinannya, kata Wenman dalam sebuah pernyataan.

    Pada Thingiverse, file seperti gambar Ratu Nefertiti tersedia untuk siapa saja dan diunduh, serta digunakan untuk tujuan nonkomersial, di bawah lisensi Creative Commons yang ditugaskan untuk pemindaian oleh museum, tulis Wenman.

    LIVE SCIENCE | THINGIVERSE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.