Resmi Rilis, Beda Redmi 8 dan Redmi 8A Ada di Kamera

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peraga memamerkan Redmi 8 setelah dirilis di Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019. TEMPO/Khory

    Peraga memamerkan Redmi 8 setelah dirilis di Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua smartphone terbaru, Redmi 8 dan Redmi 8A, resmi dirilis di Indonesia. Menurut Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse, kedua smartphone tersebut memiliki spesifikasi yang mirip, perbedaannya  hanya pada kamera.

    "Redmi 8 dibekali dua kamera belakang bersensor primer 12 MP dan sekunder 2 MP, selain itu ada kamera depan 8 MP yang dibekali teknologi AI," kata Alvin di Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019. "Sementara Redmi 8A dibekali dengan masing-masing satu kamera belakang dan depan dengan sensor 12 MP dan 8 MP."

    Kedua smartphone tersebut memiliki layar HD+ berukuran 6,22 inci yang dilapisi dengan pelindung Corning Gorilla Class 5 dan aspek rasio 19:9. Keduanya juga disenjatai dengan chip yang sama dari Qualcomm, yaitu Snapdragon 439.

    Redmi 8A. TEMPO/Khory

    Namun, perbedaan lain adalah kapasitas RAM dan memori internal Redmi 8 dibekali dengan dua varian yakni 3 GB/32 GB dan 4 GB/64 GB. Sedangkan Redmi 8A hanya merilis varian 2 GB/32 GB.

    "Sementara dari segi baterai, Redmi 8 dan Redmi 8A dibekali kapasitas daya 5.000 mAh. Redmi 8 bisa mendukung fast charging 18 W, sedangkan Redmi 8A mendukung 10 W," kata Alvin.

    Pembeda lain adalah pemindai sidik jari. Fitur tersebut tidak tersedia di Redmi 8A. Fitur umum lainnya yang tersedia pada Redmi 8 dan 8A termasuk IR blaster, radio FM nirkabel, dukungan dual-SIM, 4G VoLTE, Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.2, GPS dan jack audio 3.5mm.

    Redmi 8 dan Redmi 8A hadir dalam tiga varian warna, yakni sappire blue, ruby red, onyx black untuk Redmi 8, sedangkan Redmi 8A memiliki varian ocean blue, sunset red, dan midnight black.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.