Xiaomi Luncurkan Sepeda Berbantuan Listrik, Harga 6 Juta

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda Listrik Xiaomi  (Gizmochina.com)

    Sepeda Listrik Xiaomi (Gizmochina.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Xiaomi meluncurkan sepeda berbantuan tenaga listrik Qicycle. Sepeda baru ini memiliki desain yang mirip dengan sepeda listrik Q1E dan sepeda lipat EF1.

    Ini adalah model generasi kedua yang telah ditingkatkan dalam banyak aspek mulai dari penampilan hingga kinerja. Dibandingkan dengan sepeda listrik Qicycle generasi sebelumnya yang dapat dilipat, ukuran sepeda baru ini lebih besar.

    Diameter roda 20 inci membuat lebih stabil dan disesuaikan untuk digunakan di jalan-jalan kota dan bisa juga jalan pegunungan.  

    Dalam hal penampilan, sepeda berbantuan listrik Xiaomi mempertahankan gaya desain yang sederhana dan terlihat seperti sepeda biasa. Baterai sepenuhnya disimpan ke tabung di kerangka.

    Pengguna bisa memilih apakah akan menggowes dengan tenaga sendiri, dibantu listrik atau listrik penuh. 

    Ada layar  di tengah setang e-bike, yang menunjukkan roda gigi, kecepatan, daya baterai, lampu, peringatan alarm, dan persentase daya baterai selama pengisian. 

    Sisi kiri stang adalah area kontrol, termasuk saklar daya, tombol klakson, sakelar gigi tinggi dan rendah.  Di sisi kanan stang, ada sakelar throttle putar yang sama dengan sepeda listrik. Memutar ke dalam posisi 1,2,3 menyalakan pengendaraan mode elektrik penuh.

    Sepeda dari aluminium ini, dilengkapi baterai lithium 5,2 Ah, yang dapat menempuh 40km. Output dari mode listrik dapat mencapai kecepatan 25 km / jam. Baterai dapat terisi penuh hanya dalam 3 setengah jam.

    Sepeda Xiaomi ini di Cina dibanderol 2999 yuan atau hampir Rp 6 juta. Belum ada kabar apakah akan dipasarkan di Indonesia.

    GIZMOCHINA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.