Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Jembatan Lengkung LRT, Riset OECD

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jembatan lengkung LRT Jakarta di Kuningan-Gatot Subroto. (twitter.com/@jokowi)

    Jembatan lengkung LRT Jakarta di Kuningan-Gatot Subroto. (twitter.com/@jokowi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang jembatan lengkung LRT atau kereta api ringan di kawasan Kuningan, Jakarta, diklaim pemerintah sebagai yang terpanjang di dunia. Membentang sepanjang 148 meter tanpa tiang penyangga di bagian tengahnya, jembatan itu mengangkangi Jalan Tol Dalam Kota Jakarta.

    Top tekno lainnya adalah hasil Program Penilaian Siswa Internasional (PISA 2018) di Paris dari Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan atau OECD. Program tersebut menilai kemampuan membaca, matematika dan sains siswa berumur 15 tahun di 79 negara. Penilaian tersebut dilakukan tiap tiga tahun sekali.

    Juga, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim ingin mahasiswa merdeka dalam belajar sesuai dengan kemauan, kemampuan, dan minat.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Disebut Terpanjang di Dunia, Amankah Jembatan Lengkung LRT?

    Jembatan lengkung LRT Jakarta di Kuningan-Gatot Subroto. (twitter.com/@jokowi)

    Jembatan lengkung LRT atau kereta api ringan  di kawasan Kuningan, Jakarta diklaim pemerintah sebagai yang terpanjang di dunia. Membentang sepanjang 148 meter tanpa tiang penyangga di bagian tengahnya, jembatan itu mengangkangi jalan tol  Dalam Kota Jakarta.

    Setelah tersambung, jembatan itu harus menjalani uji beban untuk meraih sertifikat layak fungsi.

    Perancang jembatan yang disebut long span itu, Arvila Delitriana alias Dina mengatakan, tes itu direncanakan awal 2020. "Gongnya nanti setelah loading test yang akan membuktikan bahwa desain saya sudah cukup kuat untuk beroperasi," katanya saat ditemui di Bandung, Senin, 2 Desember 2019.

    2. Riset OECD: Murid Indonesia yang Mampu Matematika 1 Persen

    Murid SD Negeri Cijolang belajar berjimpitan di sekolah yang berada di tengah proyek Tol Cisumdawu di Desa Margaluyu, Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat, Selasa, 10 September 2019. Pemerintah daerah setempat lamban merelokasi sekolah hingga proses belajar terganggu aktivitas alat berat dan murid harus belajar berhimpitan serta bergantian karena sebagian bangunan sudah dirobohkan. TEMPO/Prima Mulia

    Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan atau OECD  merilis hasil Program Penilaian Siswa Internasional biasa disingkat PISA 2018 di Paris, Selasa, 3 Desember 2019. 

    Program tersebut menilai kemampuan membaca, matematika dan sains siswa berumur 15 tahun di 79 negara. Penilaian tersebut dilakukan tiap tiga tahun sekali.

    Pada penilaian PISA 2018, Cina melesat menempati peringkat pertama, menggeser Singapura yang kali ini menempati peringkat kedua.

    Bagaimana dengan Indonesia? Hasilnya tidak jauh berbeda sejak pertama kali mengikuti penilaian internasional tersebut pada 2001. Indonesia konsisten berada pada posisi papan bawah.

    3. Nadiem: Mahasiswa Harus Merdeka dalam Belajar Sesuai Minat

    Tercatat sebagai 100 orang berpengaruh di masa depan pada majalah Time, Nadiem Makarim masuk dalam kategori `Leaders` atau pemimpin yang berpengaruh di masa depan. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim ingin mahasiswa merdeka dalam belajar sesuai dengan kemauan, kemampuan, dan minat.

    "Mahasiswa belajar sesuai dengan kemauannya dan interesnya masing-masing. Kita harus lakukan perubahan ini," kata Nadiem saat menyampaikan pidato pada acara pelantikan Rektor Universitas Indonesia  Prof Ari Kuncoro di Kampus UI Depok, Rabu, 4 Desember 2019.

    Ia menambahkan, mahasiswa mestinya juga bisa merdeka melakukan berbagai kegiatan di luar program pendidikan.

    Ia mengatakan, kemampuan perguruan tinggi dalam memberikan pendidikan kepada mahasiswanya sangat penting dalam upaya mewujudkan visi Presiden Joko Widodo mencetak sumber daya manusia yang unggul.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.