Analis: Ribut dengan AS, Cina Jadi Pemimpin Teknologi Dunia 2023

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Businessturkeytoday.com/

    Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Businessturkeytoday.com/

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina diprediksi menjadi pemimpin dunia di lima teknologi utama yaitu kecerdasan buatan, kota pintar, 5G, komputasi exascale dan keuangan mikro dalam 3 tahun mendatang.

    Steve Brazier, CEO Canalys sebuah perusahaan riset pasar di bidang teknologi, mengatakan, perselisihan perdagangan antara Cina dan Amerika Serikat sebagai penyebab berkembangnya inovasi teknologi di negeri itu.

    "Perselisihan telah merangsang inovasi lokal," kata Brazier dalam wawancara dengan mydrivers, Kamis, 5 Desember 2019.

    Menurut Brazier, beberapa perusahaan Cina telah mengambil inisiatif dan dapat dianggap sebagai pemimpin di bidang ini, sementara "kebanyakan orang Barat meremehkan tingkat lanjut Cina di banyak bidang teknologi."

    Inovasi Cina telah meningkat, dan pasar akan merasakan dampak penuh dari ini dalam 3 hingga 4 tahun.

    Brazier juga mengatakan, ketika perselisihan perdagangan internasional semakin memburuk dari hari ke hari, para pemimpin bisnis dan perusahaan perlu lebih fleksibel untuk unggul di masa depan.

    "Fleksibilitas dan kemampuan untuk merespons perubahan kini menjadi kebutuhan bisnis nomor satu," katanya.

    Canalys memperkirakan jumlah perangkat yang terhubung (mencakup semuanya, mulai dari smartphone, kamera, robot) akan hampir dua kali lipat dari 16,7 miliar pada 2018 menjadi 32,3 miliar pada 2023. Perangkat ini akan menghasilkan data dalam jumlah besar, dan Brazier mengatakan bahwa big data ini  harus dikelola, disimpan, dan didukung dengan prosedur pemulihan pasca bencana.

    GIZMOCHINA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.