Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Nadiem Diminta Urus PISA, iPhone 11

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mendongeng dalam acara Hari Mendongeng Nasional ini merupakan rangkaian acara Pekan Perpustakaan Kemendikbud tahun 2019 Selasa 26 November 2019/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mendongeng dalam acara Hari Mendongeng Nasional ini merupakan rangkaian acara Pekan Perpustakaan Kemendikbud tahun 2019 Selasa 26 November 2019/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengusulkan tiga hari sekolah per minggu, sementara pemerhati pendidikan dari Center for Education Regulations and Development Analysis (CERDAS) meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menindaklanjuti hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) dibandingkan membahas wacana tiga hari sekolah.

    Selain itu, berita top tekno kedua ada penjualan perdana iPhone 11 dengan calon pembeli yang mengantre sejak pukul 04.00 WIB di iBox Central Park, Jakarta Selatan. Dan juga, arkeolog di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Tri Wurjani meneliti adanya peradaban zaman besi di Danau Matano, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang diduga hilang karena gempa.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Kak Seto Usul Sekolah 3 Hari, Pakar: Nadiem Lebih Baik Urus PISA

    Mendikbud Nadiem Makarim mendongeng di hadapan anak-anak di Jakarta, Selasa, 26 November 2019. (BKLM Kemendikbud)

    Pemerhati pendidikan dari Center for Education Regulations and Development Analysis (CERDAS) Indra Charismiadji meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menindaklanjuti hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) dibandingkan membahas wacana tiga hari sekolah. Wacana tiga hari sekolah per minggu dilontarkan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi.

    "Kemendikbud hendaknya menindaklanjuti hasil PISA 2018 ini, karena kemampuan anak-anak kita masih di bawah rata-rata Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD)," ujar Indra di Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

    Membangun sumber daya manusia, lanjut dia, membutuhkan keseriusan dibandingkan wacana yang diusulkan oleh Kak Seto tersebut. Dia menjelaskan bahwa pembenahan pendidikan bukan hanya kuantitas atau jam belajar melainkan juga kualitas pembelajaran, sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing.

    2. iPhone 11 Resmi Dijual Hari Ini, Pembeli Antre dari Jam 4 Pagi

    CEO Erajaya Hasan Aula membuka iBox Central Park, Jakarta Selatan, sebagai pertanda penjualan pertama iPhone 11 di Indonesia, Jumat, 6 Desember 2019. TEMPO/Khory

    Anak usaha Erajaya Group, Teletama Artha Mandiri (TAM), resmi menghadirkan smartphone terbaru seri iPhone 11 di Indonesia. Smartphone besutan Apple itu akan tersedia di iBox, Erafone dan Urban Republic, serta di jaringan ritel partner Apple lainnya seperti Story-i dan mE Gallery di seluruh Indonesia.

    "Terima kasih sudah antre, ada yang sudah dari jam 4 pagi. Ini momen yang ditunggu-tunggu, semua tahu bahwa iPhone 11 merupakan produk yang luar biasa dan peluncurannya sangat sukses dan diharapkan ini sukses buat Indonesia," ujar CEO Erajaya Group Hasan Aula di iBox Central Park, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Desember 2019.

    Di Indonesia ada beberapa varian yang akan dijual. Pertama adalah iPhone 11 akan hadir dalam tiga varian yakni dengan memori 64 GB dihargai Rp 12,999 juta, 128 GB dibanderol Rp 14,199 juta, dan 256 GB dilabeli Rp 16,199 juta.

    3. Arkeolog Teliti Peradaban Danau Matano, Hilang Karena Gempa?

    Temuan arkeologis di dasar Danau Matano, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (Dok.Puslit Arkenas)

    Arkeolog di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Tri Wurjani mengungkap adanya peradaban zaman besi di Danau Matano, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang diduga hilang karena gempa. Tri Wurjani menjelaskan bahwa kawasan Danau Matano dulu terkenal sebagai penghasil besi.

    “Danau ini berkesinambungan dengan Danau Towuti dan Danau Mahalona jadi ada 3 danau. Danau Matano dulu terkenal dengan danau penghasil besi,” ujar Triwurjani di Auditoriun Gedung A Kemdikbud, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Desember 2019.

    Danau Matano merupakan danau tektonik yang berada di ketinggian 384 meter dari permukaan laut. Ini merupakan danau terdalam ke-8 di Asia Tenggara yang mempunyai kedalaman 519 meter.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.