Mantan Wamen Pendidikan: Nadiem Tak Perlu Buat Kurikulum Baru

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menurut Time, pilihan Nadiem Makarim untuk meninggalkan Gojek dan beralih sebagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dianggap dapat menentukan masa depan Indonesia sebagai negara yang memiliki kekuatan ekonomi ke-16 dunia.ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Menurut Time, pilihan Nadiem Makarim untuk meninggalkan Gojek dan beralih sebagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dianggap dapat menentukan masa depan Indonesia sebagai negara yang memiliki kekuatan ekonomi ke-16 dunia.ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Menteri Pendidikan, Musliar Kasim, mengatakan, Mendikbud Nadiem Makarim tidak perlu membuat kurikulum baru, tapi cukup menyempurnakan Kurikulum 2013.

    Hal itu disampaikan Musliar, yang menjadi Wakil Menteri Pendidikan 2011-2014, dalam pleno IV Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) dan Milad Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) 2019 di Padang, Sabtu, 7 Desember 2019.

    Menurut dia, Kurikulum 2013 yang digagas saat masa jabatannya, tidak hanya sampai pada pengetahuan, tetapi melewati itu hingga menguasai keterampilan.

    "Sekarang anak-anak tamat SMA tidak membawa keterampilan apa-apa. Ini yang menjadi perhatian Kurikulum 2013,” katanya.

    Ia berharap Mendikbud Nadiem tidak lagi membuat kurikulum baru. "Apa yang diinginkan setidaknya 70 persen sudah ada di kurikulum 2013, tinggal disempurnakan," katanya.

    Nadiem Makarim sebelumnya mendapat perintah dari Presiden Jokowi untuk melakukan reformasi di pendidikan. “Saya juga minta agar kita semuanya mendukung reformasi besar-besaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan juga di Kemenag,” kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Kantor Presiden Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Saat ini tim di Kemendikbud sedang menyiapkan langkah-langkah pembaruan pendidikan. Dalam beberapa kesempatan, Nadiem mengatakan agar guru berubah dengan lebih banyak memberikan waktu dan perhatian pada murid.

    Untuk itu, Kemendikbud akan mengurangi beban administratif yang selama ini banyak menyita waktu guru. Langkah lain yang akan dilakukan adalah dengan menghapus Ujian Nasional mulai 2021.

    Nadiem sebenarnya dijadwalkan jadi pembicara di acara Silaknas ICMI itu bersama Musliar  dan anggota Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional, Ilham Akbar Habibie, namun tidak hadir.

    Ketua Panitia Silaknas ICMI Andi Irman di Padang, membenarkan Mendikbud Nadiem tidak jadi mengisi pleno Silaknas.  "Kemungkinan batal hari ini. Mudah-mudahan bisa datang besok," katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.