Menristek: Tugas BRIN Bikin Lembaga Penelitian Bersinergi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menjelaskan tugas BRIN di Gedung BPPT II, Jakarta Pusat, Senin, 9 Desember 2019. TEMPO/Khory

    Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menjelaskan tugas BRIN di Gedung BPPT II, Jakarta Pusat, Senin, 9 Desember 2019. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menjelaskan bahwa dengan adanya BRIN, dia menginginkan semua lembaga penelitian baik dari kementerian, nonkementerian, perguruan tinggi maupun swasta harus bersinergi.

    “Selama ini tentunya kita tahu banyak sekali talenta di bidang penelitian yang ada di berbagai organisasi di Indonesia. Nah tentu kita ingin agar Indonesia mempunyai inovasi yang bermanfaat buat masyarakat dan juga bisa menembus pasar, dan karenanya tidak ada cara-cara lain selain melakukan sinergi,” ujar Bambang di Gedung BPPT II, Jakarta Pusat, Senin, 9 Desember 2019.

    Bambang melanjutkan bahwa talenta-talenta yang banyak bertebaran itu, dengan adanya BRIN yang sekaligus juga Kemenristek, dirinya ingin melakukan sinergi dan harmonisasi di antara para peneliti baik secara individu maupun lembaga. Sehingga, kata dia, nanti produk yang dilahirkan benar-benar produk unggul. “Tidak lagi produk si A atau si B yang kelihatannya sama meskipun ada perbedaannya,” tutur Bambang.

    Bambang memberikan contoh inovasi cangkang kapsule yang terbuat dari rumput laut yang baru saja memenangkan BPPT Innovator Award 2019 yang dikembangkan oleh Pusat Teknologi Agroindrustri Deputi TAB BPPT. Bambang ketika mengunjungi Universitas Airlangga, Surabaya, juga mendapati inovasi serupa. “Jadi seharusnya ada dua inovatornya, yang dari BPPT dan Universitas Airlangga,” lanjut Bambang.

    Artinya, Bambang berujar, dia ingin bukan versi A atau B produk yang keluar, namun benar-benar produk terbaik hasil dari sinergi A dan B tadi. “Jadi beda antara produk A dan B dengan produk unggulan yang dihasilkan dari sinergi si A dan si B tadi, itu yang kita maksudkan sebagai perlunya sinergi dan harmonisasi di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan di Indonesia,” kata dia.

    Bambang benar-benar ingin memastikan bahwa anggaran dari APBN tidak lagi terpakai untuk dua hal yang sebenarnya memiliki ujung yang sama. “Lebih baik kita keluarkan satu, fokus ke satu hal, tapi dikerjakan oleh yang terbaik di tanah air,” ucap Mantan Menteri Keuangan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.