Sesar Lokal Pemicu Gempa Bekasi Masih Misteri

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. geo.tv

    Ilustrasi gempa. geo.tv

    TEMPO.CO, Bandung -- Sumber gempa di Bekasi yang berada di darat belum teridentifikasi sesar atau patahannya. Kepala Sub Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Akhmad Solihin mengatakan belum mengetahui nama sesar lokalnya. "Tapi secara struktur dari peta Badan Geologi memang di sana ada patahan-patahan," katanya kepada Tempo, Rabu 11 Desember 2019.

    Sebelumnya diberitakan gempa tektonik bermagnitudo 3,2 mengguncang sebagian wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 10 Desember 2019. BMKG mencatat gempa itu terjadi pukul 12.54 WIB. Sumber gempa dilaporkan berada di darat.

    Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hendro Nugroho dalam keterangan tertulisnya menyebutkan gempa berkekuatan magnitudo 3,2. Pusat gempa terletak pada koordinat 6.54 LS - 107.08 BT. "Tepatnya berada di darat pada jarak 22 kilometer barat daya Kabupaten Bekasi," katanya.

    Sumber gempa berkedalaman 4 kilometer. BMKG menggolongkan sebagai gempa dangkal. "Akibat aktivitas sesar lokal." Guncangannya terasa di wilayah Cikarang dan Cibarusah dengan skala intensitasberkisar II - III MMI. Artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang hingga dalam rumah, benda-benda ringan yang digantung bergoyang seperti ada truk yang berlalu.

    Indikasi patahan dalam peta ujar Akhmad masih garis putus-putus atau belum meyakinkan. Masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi sesar di wilayah itu.  "Sudah ada perkiraannya tapi masalah aktivitas, parameter dan mekanisme sesarnya belum diketahui," katanya.

    Kejadian gempa itu mengabarkan keberadaan sesar aktif di bagian barat daya Kabupaten Bekasi. PVMBG meminta masyarakat tetap tenang. "Karena gempanya kecil juga,"kata Akhmad.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.