WhatsApp, Messenger, Instagram Akan Dilarang karena Blackberry?

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi logo Instagram, Facebook, Whatsapp

    Ilustrasi logo Instagram, Facebook, Whatsapp

    TEMPO.CO, Jakarta - Blackberry menyeret Facebook ke pengadilan terkait WhatsApp, Facebook Messenger, dan Instagram. Blackberry mengklaim bahwa aplikasi tersebut melanggar patennya. Karena kasus itu aplikasi tersebut akan segera dilarang, setidaknya di Jerman di mana kasus itu berlangsung.

    Putusan awal pengadilan mendukung Blackberry. Dalam kondisi ini, Facebook mungkin tidak lagi menawarkan beberapa aplikasi sendiri, termasuk WhatsApp, Facebook Messenger, dan Instagram di Jerman, dikutip laman Gizchina, baru-baru ini.

    Fungsi dari aplikasi ini sebenarnya adalah yang melanggar hak paten Blackberry. Sementara Blackberry telah membiarkan smartphonenya berlalu, tapi Facebook berenang di gelombang kesuksesan dengan layanan smartphone-nya.

    "Berdasarkan putusan, tawaran dan pengiriman aplikasi yang disebutkan di FRG dilarang sejauh mereka menggunakan paten," ujar juru bicara pengadilan.

    Dalam sembilan kasus, pengadilan memutuskan untuk Blackberry. Namun, Facebook tidak akan mematikan layanan ponsel pintarnya, dan justru akan mengembangkannya. "Kami berencana untuk menyesuaikan produk kami sehingga kami dapat terus menawarkannya di Jerman," kata pihak Favebook.

    Facebook sedang merekonstruksi aplikasinya dan akan dengan cepat menemukan solusi mereka sendiri. Dalam kasus terburuk, Facebook mungkin harus melisensikan paten. Namun, aplikasi populer ini tidak bisa hilang begitu saja dari pasar Jerman.

    Pengguna tidak dapat mengabaikan kemungkinan konsekuensi yang parah. Fungsi dan pengoperasian aplikasi ini mungkin memerlukan desain yang sama sekali baru.

    GIZCHINA | TECHLAPSE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.