Amazon Buka Data Center AWS di Indonesia, Investasi Rp35 Triliun

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Amazon Web Services logo. Kredit: Amazon

    Amazon Web Services logo. Kredit: Amazon

    TEMPO.CO, JakartaAmazon mengembangkan data center untuk layanan komputasi awan Amazon Web Services (AWS) di Indonesia dengan nilai mencapai US$2,5 miliar atau hampir Rp 35 triliun.

    Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Harjanto, membenarkan informasi tersebut. Namun, dia belum bisa menjelaskan di mana lokasi pengembangan pusat data tersebut.

    "Amazon sudah merealisasikannya. Nilainya US$2,5 miliar," ujarnya kepada Bisnis, Rabu, 18 Desember 2019.

    Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Janu Suryanto mengatakan bahwa Amazon sudah bertemu dengan Kemenperin. Kendati belum bisa mengatakan lokasi persisnya, data center tersebut akan dikembangkan di tiga lokasi di dua daerah dengan luas masing-masing mencapai 20 hektare.

    Dia mengatakan, realisasi investasi itu menjadi kabar baik bagi Indonesia. “Ini tentu sangat baik untuk iklim investasi Indonesia. Ini membuktikan bahwa kondisi Indonesia tidak jelek," ujarnya.

    Janu menilai pengembangan pangkalan data ini akan sangat bermanfaat bagi pengembangan bisnis dan industri nasional. Kehadiran data center itu pun diyakini bakal menyokong implementasi peta jalan revolusi industri nasional atau Making Indonesia 4.0.

    Di sisi lain, dia menilai kehadiran fasilitas tersebut akan mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal. "Ini akan mendukung Making Indonesia 4.0," kata Janu.

    Pada April 2019, Amazon mengumumkan rencana membuka pusat data untuk layanan komputasi awan AWS di Indonesia pada 2022.

    Dalam siaran pers yang diterbitkan pada 3 April 2019 di Amerika Serikat, Amazon memaparkan rencana membuka wilayah layanan kesembilan di Asia Pasifik, yaitu Jakarta Region.

    Wilayah layanan tersebut rencananya terdiri dari tiga Availability Zone, yaitu infrastruktur fisik yang menjadi lokasi penyimpanan data layanan komputasi awan AWS. Amazon menargetkan infrastruktur fisik di Jakarta Region mulai beroperasi paling cepat pada akhir 2021 atau paling lambat pada awal 2022.

    Sebelum Jakarta, AWS telah memiliki delapan Region lain di Asia Pasifik yaitu Beijing, Mumbai, Ningxia, Seoul, Singapura, Sydney, Tokyo dan Hong Kong yang akan dibuka dalam waktu dekat. Secara global Amazon memiliki 61 Availability Zone di 20 Region dan 12 Availability Zone baru di AWS Region di Bahrain, Hong Kong, Italia, dan Afrika Selatan akan beroperasi pada semester pertama 2020.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.