Dihapus oleh Google dan Apple, Aplikasi ToTok untuk Mata-Mata?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Aplikasi ToTok

    Logo Aplikasi ToTok

    TEMPO.CO, Jakarta - Apple dan Google telah menghapus ToTok dari toko aplikasi mereka. Penghapusan tersebut dilakukan setelah pejabat Amerika Serikat mengklaim menemukan bukti aplikasi sedang digunakan oleh pemerintah Uni Emirat Arab untuk memata-matai orang.

    Sumber mengklaim pemerintah asing menggunakan aplikasi perpesanan untuk melacak percakapan, pergerakan, hubungan dan janji para pengguna aplikasi di ponselnya. Aplikasi ini digunakan untuk memata-matai terutama pada musuh asing, jaringan kriminal dan teroris, jurnalis dan kritikus, demikian dikutip dari Daily Mail, baru-baru ini.

    ToTok adalah aplikasi perpesanan yang menyediakan cara aman untuk obrolan video dan teks. Aplikasi ini telah diadopsi banyak warga Uni Emirat Arab karena aplikasi lain, seperti WhatsApp dan Skype dilarang, ketika aplikasi semakin populer di Timur Tengah, Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika Utara. 

    Tidak jelas kapan intelijen Amerika pertama kali menentukan bahwa ToTok adalah alat intelijen Emirat, tapi satu sumber yang akrab dengan hal itu mengatakan bahwa pejabat AS telah memperingatkan beberapa sekutu tentang bahaya ToTok, demikian dikabarkan New York Times.

    Seorang pakar keamanan digital di Timur Tengah, berbicara dengan syarat anonim, membahas alat peretasan yang kuat. Pejabat senior Emirat mengatakan kepadanya bahwa ToTok memang sebuah aplikasi yang dikembangkan untuk melacak penggunanya di Emirat dan sekitarnya.

    Google menghapus aplikasi dari tokonya Kamis, 19 Desember 2019, dan Apple mengikutinya keesokam harinya, Jumat, 20 Desember 2019. Namun, pengunduh masih dapat menggunakan aplikasi sampai mereka menghapusnya secara pribadi dari ponsel mereka, dan para ahli mendesak pengguna untuk menghapusnya.

    Daily Mail telah menghubungi ToTok untuk konfirmasi dan belum menerima tanggapan. Kebijakan privasi ToTok mencatat bahwa mereka dapat membagikan data pribadi dengan perusahaan di grup. Tetapi ternyata aplikasi tersebut terkait dengan perusahaan cybersecurity yang berbasis di Abu Dhabi, yang sedang diselidiki FBI untuk kemungkinan kejahatan dunia maya.

    Meskipun sebagian besar anggota aplikasi berada di Emirat, unduhan di AS meningkat minggu lalu, baik dari toko aplikasi Apple maupun Google. ToTok melacak lokasi pengguna dengan memberikan mereka ramalan cuaca akurat, di mana mereka harus mengizinkan aplikasi menggunakan lokasi mereka untuk mendapatkannya

    Aplikasi itu akan berburu kontak baru dengan menyarankan orang untuk diikuti oleh anggotanya, mirip dengan cara Instagram menyoroti teman-teman Facebook Anda untuk diikuti. ToTok juga memiliki akses ke mikrofon pengguna, kamera, kalender dan data ponsel lainnya.

    Meskipun aplikasi ini dinyatakan cepat dan aman, itu tidak memverifikasi bahwa ia memiliki enkripsi ujung ke ujung seperti WhatsApp atau Skype.

    DAILY MAIL | NEW YORK TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.