Riset Gunakan AI: Febri KPK Terpopuler, Kalahkan Nadiem

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK, Febri Diansyah, memberikan keterangan pengunduran dirinya sebagai jubir KPK kepada awak media, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 26 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah, memberikan keterangan pengunduran dirinya sebagai jubir KPK kepada awak media, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 26 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menjadi tokoh milenial terpopuler di media online mengungguli Mendikbud Nadiem Makarim dalam survei menggunakan artificial inteligence.

    Riset, yang dilakukan Indonesia Indicator (I2) dengan menggunakan piranti lunak Artificial Intelligence, mencatat ada 10 tokoh milenial yang mendapat sorotan dan pemberitaan dari 4.019 media daring di Indonesia.

    Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) Rustika Herlambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu, 28 Desember 2019, menyebutkan 10 tokoh milenial terpegah (top person) yang paling mendapat sorotan media dalam riset media ini adalah mereka yang lahir pada tahun 1983 atau setelahnya dan bukan berasal dari kalangan artis atau dunia hiburan.

    Untuk posisi ke-1, tokoh milenial terpopuler 2019 di media daring adalah Juru bicara KPK, Febri Diansyah, 36 tahun.

    Febri populer karena kerap memberikan keterangan kepada media ihwal kerja KPK dan segala yang berhubungan dengan komisi antikorupsi itu.

    Selain mengenai OTT KPK, lanjut Rustika, Febri juga banyak muncul di media dalam sejumlah isu, antara lain polemik revisi UU KPK, pemilihan pimpinan KPK periode 2019—2023, dan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

    Total pemberitaan tentang Febri di media daring, menurut dia, mencapai 67.272 berita.

    Indonesia Indicator juga mencatat dua pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia, Markus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berada di posisi lima besar Tokoh Milenial Terpegah 2019.

    Ganda putra peringkat 1 dan 2 dunia itu banyak diberitakan media karena memenangi sejumlah turnamen bulu tangkis pada tahun 2019. Markus/Kevin menjuarai delapan turnamen, sementara Hendra/Ahsan meraih empat gelar juara.

    Hendra Setiawan, 35 tahun, berada di posisi ke-2 Tokoh Milenial Terpegah 2019 dengan 18.176 berita. Sementara itu, posisi ke-3 Tokoh Milenial Terpegah adalah Marcus Fernaldi Gideon (28 tahun) dengan 17.033 berita.

    Selanjutnya, Kevin Sanjaya Sukamuljo, 24 tahun, berada di peringkat ke-4 dengan 16.651 berita. Posisi ke-5 adalah Mohammad Ahsan, 32 tahun, dengan 16.651 berita.

    Nadiem Makarim, 35 tahun, mantan bos Gojek yang kini menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, ada di peringkat ke-6 tokoh milenial terpopuler.

    Dengan total 14.753 berita, Nadiem menjadi objek pemberitaan media ketika namanya masuk kabinet Presiden RI Joko Widodo dan rencananya menghapus ujian nasional.

    Atlet tunggal putra bulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, juga bertengger di jajaran 10 Tokoh Milenial Terpegah 2019.

    Nama Jonatan Christie (22 tahun) di posisi ke-7 dengan 14.380 berita, sedangkan Anthony Sinisuka Ginting (23 tahun) di posisi ke-8 dengan 13.306 berita.

    Selain itu, nama pemain sepak bola U-23 Indonesia Osvaldo Haay, 21 tahun, juga masuk daftar 10 besar. Pesepak bola yang bermain bagus di SEA Games Filipina itu mendapat pemberitaan sebanyak 12.870 berita.

    "Adapun putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, 32 tahun, ada di posisi ke-10 Tokoh Milenial Terpegah," kata Rustika Herlambang.

    Pemberitaan tentang Gibran yang mencapai 12.721 berita itu, menurut Rustika, salah satunya berhubungan dengan rencananya maju dalam Pemilihan Wali Kota  Solo.

    Berikutnya 10 Tokoh Milenial Tervokal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.