Nyamuk Malaria Memiliki Senjata Rahasia Baru Melawan Insektisida

Reporter

Editor

Erwin Prima

Pemanasan Global Dorong Malaria ke Dataran Tinggi

TEMPO.CO, Jakarta - Malaria masih menjadi masalah utama di banyak bagian dunia, termasuk Afrika Barat. Pejabat kesehatan melakukan yang terbaik untuk menemukan cara menghentikan penyebaran penyakit dengan sejumlah opsi.

Memberantas malaria adalah tugas berat dan untuk benar-benar memahami bagaimana penyebarannya, para peneliti berfokus pada serangga yang paling sering bertanggung jawab atas infeksi baru itu.

Nyamuk adalah penyebab terbesar, dan sebuah studi baru menunjukkan bahwa serangga itu telah mengembangkan cara yang menakutkan untuk mempertahankan diri terhadap insektisida yang biasa digunakan untuk melawan mereka dan penyakit yang mereka bawa.

Studi itu, yang diterbitkan dalam jurnal Nature, berfokus pada protein yang ada di kaki dua spesies nyamuk yang diketahui membawa malaria di Afrika Barat. Protein itu tahan terhadap insektisida, memungkinkan nyamuk untuk mendarat di kelambu yang dirawat dan hidup untuk menyebarkan penyakit yang mereka bawa.

Para peneliti menyarankan bahwa penemuan ini dapat menjelaskan mengapa kelambu yang diobati dengan insektisida tidak seefektif seharusnya.

“Kami telah menemukan mekanisme resistensi insektisida yang benar-benar baru yang menurut kami berkontribusi terhadap kemanjuran kelambu yang lebih rendah dari yang diharapkan,” ujar Dr. Victoria Ingham, penulis pertama penelitian ini, sebagaimana dikutip BGR akhir pekan ini.

"Protein, yang berbasis di kaki, bersentuhan langsung dengan insektisida saat serangga mendarat di jaring, menjadikannya target potensial yang sangat baik untuk bahan tambahan di masa depan pada jaring untuk mengatasi mekanisme resistensi ampuh ini."

Ini adalah temuan yang luar biasa, dan meskipun awalnya mungkin tampak seperti berita buruk, ada garis perak yang cukup cerah di sini. Nyamuk telah menemukan cara untuk melawan insektisida populer, tetapi sekarang para ilmuwan tahu bagaimana serangga melakukannya, mereka dapat secara khusus menargetkan perlawanan itu dan mudah-mudahan melakukan perang yang jauh lebih efektif melawan penyebaran malaria.

“Mekanisme resistensi yang baru ditemukan ini dapat memberi kita target penting untuk memantau resistensi insektisida dan pengembangan senyawa baru yang mampu memblokir resistensi piretroid dan mencegah penyebaran malaria,” kata Hilary Ransom, penulis senior penelitian ini.

BGR | NATURE

 






Kaitan Demam Berdarah dengan Fenomena El Nino Menurut Kemenkes

21 jam lalu

Kaitan Demam Berdarah dengan Fenomena El Nino Menurut Kemenkes

Kemenkes menyebut kaitan kuat antara kasus demam berdarah dengan fenomena El Nino. Berikut penjelasannya.


Kaji Teori Queer, Dekan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Raih Gelar Profesor

3 hari lalu

Kaji Teori Queer, Dekan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Raih Gelar Profesor

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Inayah Rohmaniyah, meraih gelar profesor. Simak kajiannya.


Museum Nyamuk, Museum Unik di Pangandaran, Cocok untuk Liburan Berfaedah

5 hari lalu

Museum Nyamuk, Museum Unik di Pangandaran, Cocok untuk Liburan Berfaedah

Tidak hanya pantai, Pangandaran juga punya museum nyamuk yang bisa menambah wawasan mengenai nyamuk dan ragam penyakitnya.


5 Penyakit yang Disebabkan oleh Nyamuk

5 hari lalu

5 Penyakit yang Disebabkan oleh Nyamuk

Saat mengisap, nyamuk menyuntikkan air liur yang sebabkan gatal di kulit. Melalui gigitannya, nyamuk dapat menyebarkan virus menyebabkan penyakit.


Punya Selera Berdasarkan Tipe Darah, Nyamuk Berbahaya Lebih Suka Hisap Golongan Darah O

10 hari lalu

Punya Selera Berdasarkan Tipe Darah, Nyamuk Berbahaya Lebih Suka Hisap Golongan Darah O

Ada beberapa hal yang membuat seseorang lebih sering digigit nyamuk daripada yang lainnya. Nyamuk memang pilih-pilih mangsa berdasarkan golongan darah


UGM Lakukan Pengeboran Tanah di Lokasi Jalan Ambles di Desa Sriharjo Bantul

14 hari lalu

UGM Lakukan Pengeboran Tanah di Lokasi Jalan Ambles di Desa Sriharjo Bantul

Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan pengeboran tanah di pedukuhan Wunut, Desa Sriharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyak


Mengapa Nyamuk Sering Hinggap di Pakaian Warna Gelap?

14 hari lalu

Mengapa Nyamuk Sering Hinggap di Pakaian Warna Gelap?

Nyamuk dapat merajalela diberbagai tempat gelap, bahkan lebih cenderung suka menggigit orang yang pakai pakaian berwarna gelap. Mengapa?


Manfaat Berkebun untuk Turunkan Risiko Kanker

24 hari lalu

Manfaat Berkebun untuk Turunkan Risiko Kanker

Para peneliti menyebut berkebun dapat membantu mengurangi risiko kanker dan penyakit kronis lain pada orang dewasa.


Hanya Nyamuk Betina yang Sedot Darah, Berapa Miligram Darah Sekali Hisap?

25 hari lalu

Hanya Nyamuk Betina yang Sedot Darah, Berapa Miligram Darah Sekali Hisap?

Ternyata nyamuk yang mengisap darah hanya nyamuk betina, untuk apa? Berapa miligram darah sekali sedot?


Reaksi Alergi Benjolan Sengatan Nyamuk, Apa Itu Sindrom Skeeter?

26 hari lalu

Reaksi Alergi Benjolan Sengatan Nyamuk, Apa Itu Sindrom Skeeter?

Sindrom skeeter reaksi alergi dan peradangan bagian bekas sengatan nyamuk