Fenomena Astronomi Januari: Hujan Meteor Quadrantid Besok

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah meteor melesat melintasi langit selama puncak hujan meteor Perseid di Prijedor, Bosnia dan Herzegovina 12 Agustus 2019. Hujan meteor Perseid akan berlangsung hingga 24 Agustus.. REUTERS/Dado Ruvic

    Sebuah meteor melesat melintasi langit selama puncak hujan meteor Perseid di Prijedor, Bosnia dan Herzegovina 12 Agustus 2019. Hujan meteor Perseid akan berlangsung hingga 24 Agustus.. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada beberapa fenomena astronomi yang dijadwalkan terjadi pada Januari 2020, termasuk hujan meteor Quadrantid yang akan terjadi besok Jumat, 3 Januari 2020, Full Wolf Moon dan Bulan baru, demikian dikabarkan Mirror, baru-baru ini.

    Sebagian peristiwa tersebut bisa menjadi fenomema terbaik yang bisa dilihat dengan mata telanjang, sehingga tidak perlu mengeluarkan peralatan mahal. Berikut yang perlu Anda ketahui tentang peristiwa astronomi di Januari, termasuk kapan dan bagaimana melihatnya:

    1. Hujan meteor Quadrantid, 3 Januari 2020

    Fenomena astronomi pertama pada 2019 adalah hujan meteor Quadrantid, yang akan memuncak pada malam 3 Januari. Quadrantid akan memiliki sekitar 40 meteor per jam pada puncaknya, yang berarti selama malam itu cerah, ada peluang yang cukup bagus untuk melihatnya.

    Meteor ini diproduksi oleh butiran debu yang ditinggalkan oleh komet punah yang disebut 2003 EH1, yang ditemukan kembali pada tahun 2003. Untuk kesempatan terbaik melihatnya, cukup lihat ke langit tak lama setelah tengah malam, dan jika Anda bisa, pergilah ke daerah dengan sedikit polusi cahaya, seperti pedesaan.

    2. Full Wolf Moon, 10 Januari 2020


    Pada 10 Januari, Bulan serigala penuh atau biasa disebut full wolf moon dipastikan muncul. Fenomena ini terjadi ketika bulan terletak di sisi yang berlawanan dari Bumi seperti matahari, yang berarti permukaannya sepenuhnya diterangi.

    Bagi suku-suku asli Amerika awal, Bulan purnama khusus ini dikenal sebagai Bulan serigala penuh karena ini adalah tahun ketika sekelompok serigala lapar melolong di luar kamp mereka. Ada mungkin juga yang mendengar Bulan purnama ini disebut sebagai Bulan Tua dan Moon after Yule atau purnama pertama setelah musim dingin.

    3. Bulan baru, 24 Januari 2020

    Dan akhirnya, akan ada Bulan baru pada tanggal 24 Januari 2020, karena Bulan akan terletak di sisi Bumi yang sama dengan Matahari. Ini berarti bahwa dari sekitar pukul 21.45, Bulan tidak akan terlihat di langit malam.

    Selama waktu ini, benda-benda lainnya seperti galaksi dan gugusan bintang akan sangat terang karena tidak akan ada cahaya Bulan yang bocor.

    MIRROR | EXPRESS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.