Gubernur Sumsel: Tangkap Harimau dan Pindahkan ke Kebun Binatang

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim RKW VIII BKSDA Sumsel mengecek kotak jebakan harimau di Desa Muara Dua, Kabupaten Muara Enim pascaserangan harimau yang menewaskan seorang warga bernama Sulis, 27 Desember 2019. ANTARA/Dok BKSDA

    Tim RKW VIII BKSDA Sumsel mengecek kotak jebakan harimau di Desa Muara Dua, Kabupaten Muara Enim pascaserangan harimau yang menewaskan seorang warga bernama Sulis, 27 Desember 2019. ANTARA/Dok BKSDA

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyerukan penangkapan harimau dan memindahkannya, karena dinilai telah meresahkan masyarakat. 

    "Yang tidak kalah penting tentu saja masyarakat harus tetap bersahabat dengan alam. Karena kejadian ini mungkin saja terjadi karena habitatnya terganggu atau rantai makanannya putus," katanya, dalam penyataan tertulis, diterima yang di Palembang, Kamis, 2 Januari 2020. 

    Menurut dia, upaya penangkapan itu tidak lepas dari keberadaan harimau sebagai hewan yang sangat dilindungi. Untuk itu sembari menunggu Kementerian melakukan upaya, masyarakat juga diminta tetap waspada saat beraktivitas.

    "Saya sudah meminta tim KLHK dan BKSDA menangkap harimau yang meresahkan warga. Ditangkap saja secara khusus mungkin dengan tembakan bius atau sejenisnya dan dibawa ke kebun binatang atau taman safari. Agar mereka tetap dapat terpelihara secara baik," kata dia.

    Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan predator puncak alami yang hidup soliter dan memerlukan wilayah jelajah sangat luas, sekitar 100 Hektare untuk satu harimau jantan dewasa. Habitat alami harimau banyak yang rusak dan dialihfungsikan menjadi banyak hal, di antaranya kebun sawit dan tambang terbuka. 

    Kepada pejabat setempat gubernur tidak lupa berpesan tetap menjaga kenyamanan dan keamanan warganya secara ekstra pasca kejadian.

    Ia sudah melaporkan ke menteri KLH agar macan itu ditangkap saja supaya dapat dipelihara tempat lain. Soal apakah harimau ini sama dengan yang sebelumnya, mereka belum tahu karena kejadian ini jaraknya sangat jauh dengan sebelumnya.


    Terkait musibah yang terjadi, dia mengajak seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk tidak menjadikan musibah ini sebagai komoditas yang membuat keluarga korban semakin sedih. Sebaliknya dia meminta masyarakat untuk tetap produktif dan semangat beraktivitas untuk menafkahi keluarga dengan tetap menekankan kewaspadaan.

    Gubernur mendatangi keluarga Sulistiawati, 30 tahun, wargaDesa Padang Bindu Kecamatan Panang Enim, Muara Enim, yang tewas diduga diterkam harimau, 27 Desember 2019.

    Sebelumnya, KLHK menyatakan harimau yang keluar dari habitat akan ditangkap untuk dikembalikan ke lingkungan alaminya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.