Indonesia Negosiasi Peluncuran Astronot Pertama dengan Rusia

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat ruang angkasa Soyuz MS-07 dipasang di launchpad menjelang peluncurannya di Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan. 15 Desember 2017. Pesawat tersebut akan menerbangkan 3 astronot yakni Norishige Kanai dari Jepang, Anton Shkaplerov dari Rusia dan Scott Tingle dari AS. REUTERS

    Pesawat ruang angkasa Soyuz MS-07 dipasang di launchpad menjelang peluncurannya di Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan. 15 Desember 2017. Pesawat tersebut akan menerbangkan 3 astronot yakni Norishige Kanai dari Jepang, Anton Shkaplerov dari Rusia dan Scott Tingle dari AS. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia sedang dalam pembicaraan dengan Perusahaan Antariksa Negara Rusia Roscosmos mengenai pengiriman astronot pertamanya ke luar angkasa, kata Direktur Jenderal Roscosmos Dmitry Rogozin sebagaimana dilaporkan RIA Novosti awal tahun ini.

    "Kami telah memulai negosiasi dengan negara-negara seperti Turki, Indonesia, Hongaria karena mereka ingin meluncurkan kosmonot mereka sendiri. Mereka ingin bekerja sama dengan Roscosmos," kata Rogozin dalam sebuah wawancara dengan televisi Rossiya 24.

    Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa Rusia dapat mengirim astronot Turki dan Hongaria ke luar angkasa.

    Pada bulan November, seorang delegasi Hungaria ke pertemuan tingkat menteri Badan Antariksa Eropa mengatakan bahwa negara itu terlibat dalam pembicaraan dengan Roscosmos mengenai kemungkinan pengiriman astronotnya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada tahun 2024. Roket Soyuz yang dioperasikan oleh Roscosmos, pada saat ini adalah satu-satunya cara untuk mengangkut astronot ke ISS.

    Astronot Hongaria pertama, Bertalan Farkas, diluncurkan ke luar angkasa dengan Soyuz 36 dari Baikonur Cosmodrome pada 1980.

    Direktur Jenderal Roscosmos Dmitry Rogozin mengadakan pertemuan pada bulan Oktober dengan Duta Besar Turki untuk Rusia untuk membahas prospek kerja sama bilateral Rusia-Turki dalam eksplorasi ruang angkasa. Rogozin menyatakan bahwa Rusia siap untuk melatih dan meluncurkan astronot Turki ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada tahun 2023.

    RIA NOVOSTI | SPACE DAILY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.